Korannews – Ketika membeli hosting, harga tentunya menjadi salah satunya factor pemikiran. Karena itu, kemungkinan Anda tergoda coba hosting yang harga terlalu murah. Bahkan juga yang harga kurang dari Rp100 ribu /tahun, contoh.

Eitsss… saat sebelum cepat-cepat checkout, Anda perlu ingat peribahasa “ada harga, ada rupa”. Bisa saja, service itu sebagai hosting murahan dengan kualitas gadungan. Apa Anda sudah mengetahui bahaya hosting murahan? Bila belum, baca peristiwa yang menerpa Hotama, sebuah situs agen bekas konsumen setia hosting gadungan:

Ngeri banget, kan? Kebenaran ini kali, kami akan ungkap bahaya hosting murahan secara dalam, bila dilihat dari beragam faktor. Berbicara bahaya hosting murah memang tidak ada selesainya. Tetapi minimal, ada rugi yang kemungkinan Anda alami karena tergoda hosting dengan harga tak masuk akal, yaitu:

1. Website Jadi Sangat Lambat

Bahaya hosting murahan yang pertama yakni web jadi lamban. Anda kemungkinan tidak sadar saat baru abonemen. Tetapi coba, web itu cukup ramai dijangkau orang. Ditanggung, speed web langsung jeblok.

Tersebut bagian narasi SIT Al Fatih yang rasakan jika kecepatan akses web itu penting. Balik lagi, sebetulnya ada beberapa factor pemicu web lelet. Bila di hosting gadungan, ini muncul karena kemampuan bandwidth yang disiapkan memang minim. Jika sudah ini, Anda jadi emosi dan rugi waktu, kan?

2. Website Sering Down

Bahaya hosting murahan selanjutnya ialah web jadi kerap down. Hasilnya, web tidak dapat didatangi benar-benar! Biasanya, server yang digunakan penyuplai hosting itu condong gadungan dengan hardware dan software yang telah kedaluwarsa. Hingga, dia tidak sanggup memikul beban kerja terlampau berat.

Kami terpikir satu peristiwa, di mana web perusahaan jasa namanya Posnetindo menggunakan hosting murahan. Tetapi sayang, server hosting itu gadungan hingga 30 web client Posnetindo tidak dapat dijangkau dalam satu hari:

3. Resource Website Gampang Habis

Resource yang cepat terkuras dapat menjadi tanda Anda “dijebak” oleh hosting gadungan. Loh, kok dapat? Karena, penyuplai hosting murahan tentu usaha menjejali sebanyak-banyaknya konsumen setia pada sebuah server. Hal tersebut mengakibatkan kemampuan server untuk tiap-tiap web jadi tidak bagus. Mengakibatkan, Anda tidak bebas mengurus web, karena selalu dihantui perasaan takut resource server akan habis dan web jadi terganggu performnya.

4. Terlalu Sering Diminta Upgrade Hosting

Saat Anda abonemen hosting murahan, salah satunya hal yang Anda temui yakni pemberitahuan anjuran up-grade hosting. Logis, karena resource hosting murahan memang tidak cukup buat menampung keperluan web secara baik. Tetapi sayang, kadang ongkos up-grade di hosting gadungan justru lumayan mahal, dengan kualitas yang sebetulnya tidak berbeda jauh. Karena, tehnologi yang dipakai hosting itu masih kuno.

Jadi, ingin up-grade hosting ke paket paling tinggi sekalinya, perform web akan jalan pada tempat. Karena itu dapat disebut, permasalahan perform di hosting gadungan tidak usai cukup dengan pilihan up-grade paket.

5. Teknologinya Masih Jadul

Bahaya hosting murahan yang mengincar setelah itu tehnologi yang telah kuno, baik hardware atau software seperti mekanisme operasi dan situs server. Misalkan untuk LiteSpeed situs server yang melaunching versus terkini tiap tahun. Tentu saja versus termutakhir ini diberi feature yang lebih hebat dan kenaikan perform.

Ingat ini, penyuplai hosting harus teratur mengupgrade hardware dan softwarenya supaya performa hostingnya masih tetap sempurna dan dapat menampung keperluan web konsumen setia. Sementara di hosting gadungan, mereka biasanya tunda untuk gunakan tehnologi terkini. Maksudnya, untuk tekan nilai jual supaya masih tetap murah. Sayang, konsumen setialah yang pada akhirnya jadi korban.

6. Opsi Backup Terbatas

Selain teknologi yang telah kedaluwarsa, bahaya hosting murahan yang lain dapat mengincar Anda yakni pilihan backup yang terbatas. Misalkan, tiadanya feature backup automatis atau mungkin tidak dapat meng-cover data secara detail. Bahkan juga seringkali, provider gadungan tidak dapat memberikan kejelasan waktu dan sistem backup yang sudah dilakukan.

Walau sebenarnya sama seperti yang Anda ketahui, file backup sangat bernilai bila setiap saat web Anda memiliki masalah. Minimum, Anda masih mempunyai salinan beberapa data web itu. Misalnya seperti kasus kelanjutan point 2 yang dirasakan perusahaan Posnetindo. Sesudah web tidak dapat dijangkau, mereka bertanya file backup ke provider hosting murahan. Tetapi, sang provider justru berkesan terlepas tanggung-jawab.

7. Fitur Keamanan Tidak Lengkap

Mengupload website ke provider hosting sama dengan memercayakan barang Anda pada orang lain. Anda pasti benar-benar mengharap kondisi web baik saja, kan? Nach, penyuplai hosting yang ‘amanah’ pasti usaha semaksimal mungkin membuat perlindungan web Anda dari beragam gempuran beresiko. Triknya pasti dengan sediakan feature keamanan berlapis dan canggih.

Apa lagi, sela liabilitas dapat tiba dari beragam segi. Baik itu plugin atau topik faksi ke-3 , web tersebut, atau arsitektur server. Karena itu, hosting berkualitas tentu sediakan feature keamanan komplet untuk menambal beragam sela liabilitas.

8. Website Berisiko Terkena Gangguan

Terkait poin sebelumnya, bahaya hosting murahan dengan feature keamanan terbatas sudah pasti web jadi riskan terserang gempuran beresiko. Dimulai dari malware, DDoS, hack, atau tipe siber crime lain. Tidak yakin? Lihat kesaksian TIGA pemilik web, masing-masing Best Photo Studio, SIT Al Fatih, dan Radar TV News, yang tertipu harga terjangkau dari situs hosting gadungan:

Pada akhirannya, mereka masih tetap berpindah ke service hosting yang dirasakan lebih bagus, kok. Nach, apa Anda masih ingin ambil resiko dengan pilih service hosting yang tidak jelas keamanannya?