Tips Mengatasi Insecure Saat Kembali Bekerja

Tips Mengatasi Insecure Saat Kembali Bekerja

Jakarta: Survei global LinkedIn pada 2022 yang melibatkan 22.995 pekerja eksekutif menunjukkan bahwa 64 persen perempuan pernah mengalami career break di sepanjang perjalanan karirnya dengan berbagai alasan. 

Di balik fakta ini, sebenarnya peluang bagi perempuan Indonesia untuk kembali berkiprah di dunia profesional masih terbuka luas, terlihat dari angka tenaga kerja perempuan profesional yang terus meningkat menjadi 49,9 persen di 2021.

Sayangnya, meski career break menjadi pilihan yang semakin lumrah diambil perempuan, nyatanya banyak dari mereka masih menghadapi berbagai tantangan yang menimbulkan insecurities (rasa tidak aman atau kurang percaya diri) untuk kembali ke dunia kerja.

Padahal, rasa percaya diri justru merupakan modal utama yang harus dimiliki perempuan untuk menaklukkan berbagai insecurities tersebut. Lika Satvarini selaku Career Coach dan Professional Trainer mengatakan selain terus meng-update diri secara profesional, sangat penting untuk menjadikan style sebagai bagian dari personal branding karena dapat menciptakan first impression yang berkesan dan membentuk persepsi yang positif. 

Tips Mengatasi Insecure Saat Kembali Bekerja

(TRESformation: berupa ragam fasilitas dan aktivitas yang membantu mereka mentransformasi dan menyiapkan style terbaik dalam mengejar karir.  Foto: Dok. TRESemmé)

“Hal ini sejalan dengan teori di mana faktor Visual yaitu style dan body language mendominasi kesuksesan komunikasi interpersonal, disusul oleh Vocal, dan Verbal. 3V’s ini dapat menambah tingkat kepercayaan orang terhadap kita, di mana kepercayaan itu bisa didapat dari first impression positif melalui ‘Know-Like-Trust’. Tidak hanya outfit yang stylish, tatanan rambut menjadi salah satu faktor utama yang menunjang style perempuan saat mereka kembali ke dunia kerja,” tuturnya dalam acara peresmian TRESemmé Professional Hair Studio, di Lippo Mall Kemang, Selasa (30/8). 

Lika menambahkan pada waktu interview, tampilan rambut yang rapi dan praktis (misal: tidak menutupi sebagian besar wajah) menunjukkan bahwa kita tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan. “Tatanan rambut juga mencerminkan bahwa kita memahami bidang pekerjaan yang kita tuju dan mampu mewakili image dari perusahaan tempat kita melamar,” jelasnya. 

Memahami kebutuhan ini, TRESemmé Professional Hair Studio memberikan empowerment yang inklusif bagi semua perempuan muda profesional – apapun jenis rambut, model rambut dan tampilan mereka, baik yang berhijab sekalipun –melalui #TRESformation: berupa ragam fasilitas dan aktivitas yang membantu mereka mentransformasi dan menyiapkan style terbaik dalam mengejar karir. 

“Percaya bahwa style bermakna lebih dari sekadar tampilan, melainkan tools yang ampuh untuk mencapai impian, TRESemmé menghadirkan TRESemmé Professional Hair Studio sebagai bentuk dukungan agar setiap perempuan yang mengambil career break dapat lebih percaya diri mengambil leap of faith menuju karir yang lebih cemerlang,” pungkas Putri Paramitha, Head of Marketing Beauty and Wellbeing, PT Unilever Indonesia, Tbk. 
(yyy)

Artikel ini bersumber dari www.medcom.id.

Exit mobile version