korannews.com – Untuk mendapatkan bunyi Tudum khas, para pengembang Netflix bahkan butuh waktu setahun lamanya.Di balik kepopuleran bunyi Tudum Netflix tersebut, ada kisah unik dalam pembuatannya.

Dilansir rilis yang diterima Tribunnews, suara kambing mengembik nyaris jadi bunyi khas Netflix .

Wakil Presiden Desain Netflix , Steve Johnson menceritakan sejarah terciptakan bunyi Tundum sebagai ciri khas Netflix .

Johnson mengaku pihaknya ingin menciptakan sesuatu yang berbeda untuk Netflix, agar tak dikenal hanya dari logonya saja.

“Diskusi kami melibatkan begitu banyak pilihan, termasuk bunyi membuka pintu, kotak musik, instrumen musik yang tak biasa, sampai bebunyian dari dunia film di masa lampau.”

“Pada satu titik ada masanya dengan sangat serius kami mempertimbangkan apakah suara kambing dapat menjadi bunyi yang pas untuk Netflix ?” cerita Johnson.

Seperti diketahui, studio Motro-Goldwyn-Mayer (MGM) menggunakan bunyi auman singa untuk awal tayangannya.

Hal inilah yang menjadi ide bunyi suara kambing sempat jadi pilihan untuk Netflix .

“Sebagaimana MGM dikenal dengan auman sang singa. Namun pilihan itu akhirnya gagal.”

“Kami menawarkan lima pilihan kepada ribuan orang, dan hanya ada satu bunyi yang membawa benak orang-orang ke ranah drama dan film — itulah Tudum”, ungkap Johnson.

Suara Tudum mencakup berbagai bunyi lain, antara lain:

– Lon Bender membenturkan cincin kawinnya ke sisi lemari di kamar tidurnya

– Landasan besi dengan efek lambat dan dua pukulan yang diredam

– Bunyi indah di ujung Tudum dijuluki The Blossom dan diciptakan dengan gitar oleh sound designer ternama Charlie Campagna

Dalam sesi percobaan, orang-orang mengasosiasikan bunyi Tudum dengan dramatis, menarik, sebuah awal, bagus, singkat, dan salah satu kata kunci, yaitu film.

Respons inilah yang membuat Todd dan seluruh tim yakin bahwa mereka telah menemukan bunyi yang tepat.

Tudum yang kini sinonim dengan berbagai serial dan film terkemuka di Netflix membuat kami yakin bahwa acara global untuk penggemar tersebut telah menemukan julukan yang tepat.

Bunyi Tudum pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2015.

“Berbagai studio lebih dahulu dikenal dari logonya, dari lambang bola dunia Universal Pictures hingga pola statis HBO.”

“Maka kami ingin menciptakan sesuatu yang spesial untuk Netflix ,” terang Johnson.

Tak main-main, butuh waktu satu tahun untuk mengembangkan bunyi Tundum khas Netflix ini.

Johnson menyebut, Netflix ingin menghasilkan suara khas yang mampu melintasi genre dan batas negara.

“Butuh waktu satu tahun mengembangkan sebuah bunyi sebagai penanda bagi penonton di seluruh dunia bahwa sesaat lagi mereka akan menyaksikan kisah yang luar biasa di rumah masing-masing.”

“Kami ingin menghasilkan suara yang melintasi genre dan batas negara, mengingat tayangan kami yang berasal dari seluruh dunia,” ujar Johnson.

Pengembangan bunyi Tudum dipimpin oleh Wakil Presiden Produk Netflix , Todd Yellin.

Peran tim produk Netflix meliputi platform tempat tayangnya konten.

Mereka bertanggung jawab mencari cara-cara yang inovatif dan kreatif untuk menerjemahkan berbagai serial dan film menjadi pengalaman yang seru di Netflix .

(Tribunnews.com/ Dipta)

Warga Cibinong Digegerkan 8 Ekor Kambing yang Ditemukan Tinggal Jeroannya, Pelaku Diduga Sangat Ahli