korannews.com – Berikut data sebaran kasus positif Covid-19 yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia pada hari ini Minggu, (11/9/2022).

Menurut Satgas Covid-19 , hari ini ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.939 kasus.

Jika dibandingkan dengan kasus pada Sabtu (10/9/2022) kemarin yang sebanyak 2.609 kasus, jumlah kasus positif Covid-19 hari ini mengalami penurunan.

Sementara itu, total kasus positif Covid-19 pun menjadi sebanyak 6.392.492 kasus, sejak awal terdeteksi pada Maret 2020 lalu.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi, yakni 855 kasus.

Di posisi kedua ada Jawa Barat dengan kasus positif sebanyak 305 kasus, kemudian disusul Jawa Timur dengan 235 kasus.

Banten menempati posisi keempat dengan 190 kasus dan di posisi kelima ada Jawa Tengah dengan 68 kasus.

Berikut data sebaran kasus positif Covid-19 di 34 provinsi di Indonesia pada Minggu (11/9/2022), dikutip dari data Satgas Covid-19 :

– DKI Jakarta: 855

– Jawa Barat: 305

– Jawa Timur: 235

– Banten: 190

– Jawa Tengah: 68

– Sumatera Utara: 39

– Riau: 32

– Bali: 29

– Sulawesi Utara: 21

– DI Yogyakarta: 20

– Sumatera Selatan: 17

– Lampung: 17

– Kalimantan Timur: 16

– Kepulauan Riau: 14

– Kalimantan Tengah: 12

– Sumatera Barat: 10

– Sulawesi Selatan: 9

– Papua: 9

– Jambi: 7

– Bengkulu: 7

– Kalimantan Barat: 6

– NTT: 4

– Sulawesi Tengah: 4

– Papua Barat: 3

– NTB: 2

– Sulawesi Tenggara: 2

– Kalimantan Selatan: 1

– Maluku Utara: 1

– Kalimantan Utara: 0

– Gorontalo: 0

– Sulawesi Barat: 0

– Maluku: 0

Kementerian Kesehatan: Pandemi Covid-19 Tingkatkan Rasa Kesepian

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, Direktur Kesehatan Jiwa, Kementerian Kesehatan drg. Vensya Sitohang mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 meningkatkan perasaan terisolasinya seseorang sehingga semakin banyak orang melakukan tindakan bunuh diri.

Kondisi orang-orang yang mengalami kecemasan atau depresi menjadi salah satu penyebab dari pada orang melakukan bunuh diri.

“Terjadi kasus bunuh diri ini di Indonesia pada tahun 2020 dilaporkan terdapat 671 kasus kematian akibat bunuh diri,” kata dia dalam webinar Johnson & Johnson, Sabtu (10/9/2022).

Ia mengatakan, penurunan angka kematian akibat bunuh diri telah menjadi komitmen global yang telah disepakati dan dituangkan SDGs tahun 2030.

“Para ahli mengatakan dan teori juga mengatakan bunuh diri itu bisa dicegah,” kata dokter Vensya.

Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan bunuh diri yang komprehensif, melibatkan peran serta berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Promosi kesehatan jiwa dan deteksi ini faktor resiko bunuh diri tentu perlu ditingkatkan dan selain itu juga perlu pembatasan alam atau fasilitas yang digunakan untuk bunuh diri dan pengelolaan media massa dalam pemberitaan terkait ekonomi masyarakat diharapkan dapat lebih mengenali tanda-tanda depresi.

Serta peduli jika ada perubahan perilaku orang disekitarnya.

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/Rina Ayu Panca Rini)

Baca berita lainnya terkait Virus Corona.

BREAKING NEWS Update Covid-19 Indonesia 9 September 2022: Positif Tambah 2.804 Orang, Sembuh 5.346