korannews.com – “Tema membangun kejayaan maritim untuk pulih lebih cepat sangatlah tepat mengingat sejak dahulu Indonesia adalah negara maritim dan secara geografis karena terletak antara simpangan 2 samudera dan 2 Benua,” kata Hakeng dalam keterangannya, Minggu (11/9/20922).

Apalagi Indonesia, kata dia memiliki 17.504 Pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Rote, dengan luas total wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta km2 dan dari total luas wilayah tersebut, 5,8 juta km2 adalah wilayah perairan dan hanya sekitar 2,01 juta km2 yang berupa daratan.

“Indonesia sudah dikenal sebagai bangsa yang menghasilkan pelaut-pelaut handal dan oleh karena luasnya lautan yang dimiliki Indonesia serta letaknya yang sangat strategis di jalur perdagangan dan perlintasan kapal-kapal dunia, maka sudah seharusnya Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia,” kata Hakeng.

Sebagai seorang pelaut, Hakeng juga salut terhadap TNI AL yang sangat peduli dengan kebersihan laut untuk kesejahteraan rakyat.

“Persoalan laut bersih dari sampah sangatlah tepat karena laut bukanlah lokasi pembuangan sampah raksasa,” katanya.

Ditambahkan langkah para personil TNI AL dalam HUT-nya dengan melakukan kerja bersih-bersih area laut dan pantai, harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat baik yang berada di pesisir pantai ataupun yang berada jauh dari pantai.

“Memang pengelolaan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir,” kata Hakeng.

Solusi inovatif diperlukan pula demi mengurangi masuknya sampah sungai ke laut.

“Yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah bukan pada tempatnya karena laut bukan tempat sampah, laut adalah masa depan Bangsa Indonesia sebagai Bangsa Maritim,” katanya. (Warta Kota Live/Mohamad Yusuf)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul HUT TNI AL, Pengamat: Mari Kita Dukung Membangun Kejayaan Maritim NKRI

Lantamal III Ajak Ratusan Warga Kepulauan Seribu Gerebek Sampah dalam Peringatan HUT Ke-77 TNI AL