korannews.com – Lewat akun Twitternya, ia memperlihatkan grafik terkait akun-akun yang ramai membahas Bjorka.

“Tampak hanya ada satu klaster yang ramai membahas Bjorka. Sentimennya banyak positif (hijau), karena happy dengan yang dilakukan Bjorka,” kata Ismail dalam akun Twitter @ismailfahmi, dikutip Senin (12/9/2022).

Suara.com sudah meminta izin ke Ismail Fahmi untuk menerbitkan analisa Drone Emprit sebagai bahan tulisan.

Ia turut membeberkan akun-akun yang sekiranya menjadi pengaruh (influencer) dalam fenomena tersebut.

Mereka adalah @bjorkanism, @darktracer_int, @opposite090l92, @txtdrpemerintah, @mazzini_gsp, dan @paijodirajo.

Dalam tabel data yang ditampilkan, @mazzini_gsp menjadi akun paling banyak mendapatkan perhatian warganet Twitter.

Cuitan dia soal ulah Bjorka yang membocorkan dalang pembunuhan Munir Said Thalib mendapatkan 18.080 retweet dan 65.969 likes.

Ismail menyampaikan kalau pembicaraan Bjorka naik drastis selama seminggu terakhir. Puncaknya terjadi pada 10 September, di mana jumlah cuitan soal Bjorka mencapai 32.048 tweet.

“Biasanya isu banjir sangat tinggi volume percakapannya. Hari (11 Sept) ini kalah pesat lawan Bjorka,” katanya.

Sebelumnya Bjorka adalah dalang di balik insiden kebocoran data di Indonesia. Kemarin dia menyebarkan data informasi pribadi milik para pejabat pemerintah.

Mereka yang datanya disebarkan Bjorka adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua DPR Puan Maharani, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Adapun format data yang disebar mencakup alamat, nomor induk kependudukan (NIK), kartu keluarga (KK), agama, golongan darah, pendidikan, nama orang tua dan istri, hingga nomor ID vaksin.

Bjorka memang kerap kali menjadi dalang kebocoran data orang Indonesia. Insiden pertama yang dia ungkap adalah kebocoran data Indihome pada 20 Agustus lalu, yang kemudian dibantah Telkom.

Jika ditelusuri di situs breached.to, profil Bjorka telah memuat enam unggahan kebocoran data.

Konten itu berisi 150 juta data dari KPU, 270 juta pengguna Wattpad, 679.000 dokumen surat-surat Presiden Jokowi, 1,3 miliar nomor SIM yang diregistrasi, 91 juta data pengguna Tokopedia, dan pengguna Indihome.