Tes Kijang Innova Zenix Hybrid, Tenaga Besar Mulai Putaran Awal

Tes Kijang Innova Zenix Hybrid, Tenaga Besar Mulai Putaran Awal

korannews.com – Setelah menjalani debut dunia pertamanya di Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM) memberikan kesempatan kepada beberapa media nasional untuk dapat menjajal impresi perdana dari Kijang Innova Zenix .

Tentu, redaksi Kompas.com yang penasaran pun langsung masuk antrean. Pada kesempatan tersebut, kami menjajal varian terbarunya yang sudah berteknologi hibrida alias hybrid electric vehicle (HEV).

Sebab pada varian itu, beragam teknologi terbaru disematkan seperti mesin dan motor listrik yang mampu menghembuskan tenaga 183 tk dan torsi sampai 206 Nm.

Dalam lembar spesifikasinya, tenaga dimaksud datang dari mesin bakar M20A-FXS yang berkapasitas 1.987 cc, 4 silinder 16 valve DOHC Dual VVT-i dengan tenaga 150 dk dan torsi 187 Nm.

Kemudian, ditambahkan motor listrik yang mendapatkan tenaga dari baterai 27 kilo watt yang mampu menghembuskan 111 dk dan torsi puncak 206 Nm. Kedua mesin dikawinkan dengan transmisi otomatis CVT 10-percepatan virtual.

Bagi pengemudi, limpahan daya tersebut akan langsung berasa bahkan saat kaki baru menginjak pedal sedikit saja. Karena, ketika mobil berakselerasi (dalam putaran awal), motor listrik yang memiliki torsi besar langsung berkerja.

Itu dapat terlihat dari layar MID, yang mana ditunjukkan dengan logo HEV yang menyala. Dengannya, untuk mencapai kecepatan menengah yaitu 60-80 kpj sangatlah mudah.

Tetapi ketika sedang memasuki putaran menengah, yang mana distribusi tenaga mengalami perpindahan dari motor listrik ke mesin bakar, suara raungan mesin akan lebih terasa.

Memang, tidak sampai mengganggu. Namun untuk pengemudi yang kali pertama mencobanya mungkin akan sedikit khawatir atas perubahan karakter itu.

Bicara handling, entah mengapa Innova Zenix Hybrid ini jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Mungkin, karena penggunaan platform terbaru TNGA-C yang biasa dipakai ke sedan atau crossover.

Koreksi putaran stir tidak terlalu banyak ketika bermanuver ataupun melewati lintasan cukup gravel. Bantingannya pun terbilang minim jadi tidak begitu limbung.

Bantingan yang lebih nyaman ini sejalan dengan penggunaan suspensi MacPherson strut di bagian depan dan semi-independent torsion beam pada bagian belakangnya.

Meski begitu, soal visibilitas berkendara agaknya menjadi sorotan tersendiri pada Kijang Innova Zenix Hybrid. Dengan perubahan ukuran layar hiburan di bagian tengah yang jadi 10 inci, membuat visibilitas ke depan lebih terbatas.

Kemudian posisi jok pengemudi juga dibuat lebih pendek dari sebelumnya, tetapi pengaturan ketinggian jok cukup terbatas. Membuat pandangan ke depan dan samping harus jeli.

Sayangnya pada kesempatan terbatas tersebut, redaksi belum bisa menguji fitur dan konsumsi BBM-nya. Begitu juga soal kenyamanan di kursi baris kedua karena lintasan yang digunakan merupakan aspal hitam.