korannews.com – Belakangan ini kecelakaan yang terjadi baik di ruas jalan raya maupun jalan bebas hambatan (jalan Tol), kerap didominasi oleh kendaraan besar seperti bus dan truk .

Penyebabnya beragam, bisa karena rem blong atau human error. Namun, bisa juga disebabkan oleh pengendara lain yang tidak sabar dan segera ingin menyalip truk yang berjalan pelan.

Perlu diingat bagi pengguna kendaraan bermotor lain, jika berkendara dengan jarak yang dekat dari kendaraan besar, pengemudi harus menjaga jarak aman dan tidak terlalu lama berada di sekitarnya.

Director and Founder Real Driving Centre (RDC) Roslianna Ginting menjelaskan, semakin besar dimensi kendaraannya, maka besar pula titik buta atau blind spot .

Blind spot atau titik buta merupakan area yang tidak terlihat oleh jangkauan mata pengemudi kendaraan besar baik melalui spion ataupun secara langsung. Maka dari itu, area blind spot harus dihindari jika kita berkendara berdekatan dengan kendaraan besar.

“Hindari berada di area titik buta kendaraan tersebut. Jangan berada terlalu dekat di depan kendaraan itu karena dapat tidak dapat terlihat oleh pengemudinya,” ucap Roslianna saat dihubungi Kompas.com, Minggu (11/9/2022).

Roslianna menyarankan, cara yang paling aman adalah dengan segera menjaga jarak cukup jauh agar pandangan lebih luas.

“Lebih baik jauh sekalian dari kendaraan besar. Dan pastikan kita bisa melihat spion kendaraan besar tersebut, dengan begitu pengemudi kendaraan besar kemungkinan dapat melihat posisi kendaraan kita apabila ia melihat ke spion,” kata dia.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC). Menurutnya, sebagai pengendara harus selalu mendeteksi bahaya yang ada disekeliling baik di depan kendaraan maupun di belakang.

“Ketika berinteraksi dengan kendaraan besar lebih baik segera menghindar. Menghindar bisa melaju atau membiarkan kendaraan besar tersebut melewati kita. Sebab, kendaraan besar memiliki kemampuan yang berbeda dalam masalah pengereman,” katanya.