korannews.com – Dengan dua pekan tersisa sebelum road race Kejuaraan Dunia di Wollongong, Australia, dilangsungkan pada 25 September, juara dua kali Tour de France itu menaikkan kepercayaan dirinya dengan memimpin rombongan lima pebalap guna memisahkan diri dalam 12 kilometer tersisa.

Ketiga pebalap sepeda memisahkan diri dari rombongan pesepeda lain dalam pendakian ke-18 yang juga merupakan pendakian terakhir, sebelum melakukan pertarungan sprint yang brutal sampai akhir lomba.

Ketika jarak lomba tinggal 3 km lagi pebalap sepeda Inggris Adam Yates dan pesepeda Prancis David Gaudu melesat mendahului mereka. Gaudu lalu menyeruak ke depan sebelum Pogacar menyalipnya dibuntuti van Aert.

“Bukan hanya sprint ini, tapi seluruh balapan ini sangat sulit, dan tim bekerja sangat baik. Sungguh sempurna,” kata Pogacar seperti dikutip AFP.

“Saya percaya pada diri sendiri, mengerahkan segalanya dan berhasil,” sambung dia.

Pogacar mengakui balapan ini adalah pemanasan untuk menghadapi Kejuaraan Dunia setelah upayanya menjuarai Tour de France ketiga kali berturut-turut digagalkan Jonas Vingegaard beberapa waktu lalu.

“Itu adalah salah satu balapan tersulit dalam kalender, Anda harus bugar di sini,” kata dia, demikian Antara.