korannews.com – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta, para orangtua tetap percaya bahwa pesantren adalah tempat belajar yang aman bagi anak, termasuk Pondok Modern Darussalam Gontor .

Tanggapan ini menyusul adanya santri Gontor berinisial AM yang tewas akibat dianiaya kakak kelasnya. Semula, pihak pesantren sempat menyebut bahwa AM tewas karena kelelahan setelah mengikuti kegiatan perkemahan kamis jumat (Perkajum).

“Saya mengimbau kepada para wali santri untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan penuh kepada pengasuh ponpes Gontor. Percayalah bahwa pesantren adalah tempat yang aman bagi anak-anak belajar,” ucap Zainut Tauhid Sa’adi dalam siaran pers, Senin (12/8/2022).

Zainut berharap dengan adanya kejadian tersebut, Gontor dan juga ponpes lainnya melakukan evaluasi dan perbaikan dari berbagai kegiatan ekstra kurikuler atau kegiatan lainnya yang berpotensi melahirkan tindakan kekerasan.

Di sisi lain, ia juga meyakini bahwa apa yang terjadi di Ponpes Gontor adalah bentuk kelalaian dan tindakan pribadi dari oknum santri yang bertindak berlebihan dan melampaui batas kewajaran.

“Bukan bagian dari kebijakan umum dari Ponpes Gontor,” ucap Zainut.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sudah meminta kepada Kepala Kantor Kemenag Ponorogo untuk melakukan pengecekan awal di TKP dan membentuk tim investigasi.

Tim investigasi akan melalukan koordinasi dengan KPAI, kepolisian setempat dan berbagai pihak yang terkait untuk mendapatkan keterangan secara lengkap dan komprehensif untuk bahan evaluasi dan mengambil kebijakan

“Karenanya saya mendukung langkah kepolisian untuk memproses secara hukum kepada para pelaku kekerasan agar mendapatkan sangsi yang setimpal,” jelas Zainut.

Sebagai informasi, salah seorang santri berinisial AM (17) kelas 5i (setara SMA) dari salah satu pondok pesantren ternama di Indonesia, Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, meninggal usai dianiaya kakak kelasnya.

Kejadian ini viral di media sosial ketika ibundanya, Soimah, mengadu kepada pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea. Hotman mengunggah pengakuan ibu AM di akun Instagram miliknya.

Berdasarkan pengakuan ibunda, pihak pesantren menyatakan AM tewas karena kelelahan dalam kegiatan Perkemahan Kamis Jumat (Perkajum).

Kabar tersebut didapatkan Soimah dari Ustad Agus, pengasuh Gontor 1 pada Senin (22/8/2022) sekitar pukul 10.20 WIB.

Namun, Soimah mendapatkan laporan dari Wali Santri lainnya yang menyebutkan bahwa AM bukan meninggal karena kelelahan.

Pihak keluarga akhirnya meminta peti jenazah AM dibuka. Setelah peti jenazah dibuka, Soimah kaget karena di tubuh putranya terdapat beberapa luka diduga akibat kekerasan atau penganiayaan.

Pihak pesantren sudah mengaku bahwa AM merupakan korban kekerasan.