korannews.com – Tujuh perwakilan dari massa Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyampaikan tuntutan dalam aksi demonstrasi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Tugu Arjuna Widjaja, ke Istana.

“Yang datang ke Istana menyampaikan petisi. Petisi itu intinya menolak kenaikan BBM karena memberatkan masyarakat. Kemudian juga soal Omnibuslaw,” kata Ketua Serikat PekerjaTextile Sandang dan Kulit SPSIAgus Darsana di Jakarta, Senin.

Tujuh perwakilan serikat buruh tersebut diundang ke Istana sekitar pukul 12.30 WIB dan sampai berita ini ditulisbelum terlihat kembali.

Massa buruh terlihat membubarkan diri sekitar pukul 13.30 WIB.

Ratusan massa dari Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) dan Alumni UnivesitasIndonesia (UI) juga datang melakukan aksi serupa di lokasi.

Polda Metro Jaya sebelumnya menyatakan 6.142 personel gabungan diturunkan untuk mengamankan aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di sejumlah titik di Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, aksi demonstrasi pada Senin ini bakal berlangsung di kawasan Patung Kuda Arjuna Widjaja (Monas), hingga depan Gedung DPR/MPR RI.

“Ada 6.145 personel yang dikerahkan,” ujar Zulpan.

Berdasarkan data yang dicatat kepolisian, kata Zulpan, terdapat sedikitnya 2.090 orang yang akan mengikuti aksi demonstrasi di dua lokasi tersebut.

Di sekitar lokasi, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas terkait aksi demonstrasi yakni arus lalu lintas dari Bundaran HI menuju Jalan Merdeka Barat di alihkan ke Jalan Budi Kemuliaan atau Jalan Merdeka Selatan.

Kemudian, arus lalu lintas dari arah Tugu Tani menuju Jalan Merdeka Utara dialihkan menuju Jalan Perwira. Namun, Polda Metro menyebut untuk pengalihan arus ke Jalan Perwira sifatnya situasional.

Selanjutnya, arus lalu lintas dari arah Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit atau Jalan Merdeka Utara dialihkan ke Jalan Juanda atau Jalan Suryopranoto.