korannews.comJakarta, CNBC Indonesia – Pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi 96,8 km resmi dimulai, merupakan tol kedua setelah Bali Mandara. Nantinya tol akan memiliki motor dan sepeda, juga sudah dilengkapi sistem pembayaran Multi Lane Free Flow (MLFF) atau bayar tol tanpa berhenti buka kaca.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan tol ini dibangun dengan nilai investasi Rp 24,6 triliun, yang ditargetkan selesai pada 2025 akhir.

Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi terbagi menjadi 3 Seksi. Yaitu, Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 km, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 km dan Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 km.

Basuki juga mengatakan proses pembangunan jalan tol ini tetap memperhatikan kearifan lokal Bali dengan menghindari tempat-tempat suci serta membangun jalur khusus roda dua untuk sepeda dan sepeda motor.

“Saya sangat gembira karena akan ada jalur untuk pengendara sepeda motor dan sepeda. Ini merupakan salah satu perhatian kita pada social heritage di Bali, sehingga cepat sampai tujuan dengan selamat sambil menikmati keindahan alam di Jembrana, Tabanan dan Badung,” kata Basuki dalam keterangan, dikutip Senin (12/9/2022).

Adapun Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi akan dibangun melintasi 3 Kabupaten, 13 Kecamatan dan 58 Desa. Dengan pemberdayaan 4 Desa di Bali sebagai Rest Area terpadu yang masing-masing memiliki konsep berbeda, yaitu Jembrana yang mengangkat kearifan lokal.

Lalu Pekutatan yang menunjang area taman bermain internasional. Kemudian Soka dengan konsep pedesaan sebagai tempat beristirahat, serta Tabanan sebagai pusat logistik untuk distribusi dalam kota.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan pembangunan tol ini dapat meningkatkan konektivitas antar Kabupaten di Bali serta memperpendek jarak tempuh menuju kawasan Denpasar.

Tol ini akan menjadi solusi atas permasalahan kemacetan ruas arteri nasional dan mempersingkat waktu perjalanan menuju Denpasar yang awalnya bisa sekitar 5-7 jam bakal menjadi sekitar 1,5-2 jam saja. Juga, menurut Wayan Koster, keberadaan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini akan berdampak bagi masyarakat Bali.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit, mengatakan tol Gilimanuk – Mengwi akan dilengkapi sistem Multi Lane Free Flow (MLFF), sehingga transaksi tidak dilakukan melalui gerbang tol. Namun menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS) yang terintegrasi dengan smartphone dan terbaca satelit.

“Rencananya di jalan tol ini sudah diterapkan sistem baru. Jadi kalau nantinya ada gerbang tol, maka hanya sebagai penanda saja. Bukan untuk melakukan fungsi transaksi,” jelas Danang.