korannews.com – Surat Pemberitahuan Ketetapan Tersangka kasus obstruction of justice Brigadir J telah diterima oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana.

Ia mengatakan bahwa dalam Surat bernomor: B/784 /IX /RES.2.5 /2022 tertanggal 1 September 2022 tersebut menetapkan tujuh tersangka dalam kasus obstruction of justice Brigadir J .

“Dalam perkara ini telah ditetapkan tujuh orang tersangka yaitu tersangka ARA, tersangka CP, tersangka BW, tersangka HK, tersangka AN, tersangka IW, dan tersangka FS,” katanya, Senin, 12 September 2022.

Adapun, identitas ketujuh tersangka tersebut adalah AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, Brigjen Pol. Hendra Kurniawan, Kombes Pol. Agus Nur Patria, AKP Irfan Widyanto dan Ferdy Sambo .

Sebagai informasi, ketujuh tersangka itu terbukti melanggar etik profesi Polri yang mana mereka dinilai tidak profesional dalam menjalankan tugasnya terkait dengan kasus Brigadir J .

Mereka diketahui mengubah, menambah, mengurangi, merusak, menghilangkan, memindahkan hingga menyembunyikan Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik.

Maka dari itu, ketujuh tersangka tersebut dinilai melakukan tindak pidana yang menyebabkan terganggunya sistem elektronik dan membuat sistem tersebut tidak bekerja dengan baik sehingga menghambat proses penyidikan.

Dalam surat penetapan tersangka obstruction of justice itu pun dijelaskan sejumlah pasal yang akan dijeratkan pada tersangka utama yaitu Ferdy Sambo .

Diketahui, suami Putri Candrawathi tersebut dijerat dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan/atau Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, ia pun dikenakan juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 dan/atau Pasal 233 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terkait, Surat Pemberitahuan Ketetapan Tersangka, Kejaksaan Agung pun telah menunjuk sebanyak 43 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengawal kasus tersebut.

“Maka untuk mengikuti perkembangan penyidikan perkara tindak pidana, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung telah menunjuk 43 orang Jaksa Penuntut Umum dengan telah menerbitkan Surat Perintah Penunjukan JPU atau P16,” ujarnya.

Adapun, selain kasus obstruction of justice , pihak penegak hukum juga mengusut kasus utamanya yaitu pembunuhan Brigadir J .

Lima orang pun telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J , yaitu Ferdy Sambo , Bharada E, Bripka RR, Kuat Ma’ruf dan Putri Candrwathi.

Atas kasus tersebut, Ferdy Sambo dan keempat tersangka lainnya pun dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup.***