korannews.com – Mayoritas harga bahan bangunan belum terkerek naik meski pemerintah telah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Pedagang di toko bangunan mengungkapkan bahwa rentetan kenaikan harga bahan bangunan biasanya bermula dari satu bahan bangunan, yakni semen.

“Semen ini ibarat berasnya di makanan, kalau dia udah naik yang lain juga bakal ikut naik, karena semuanya kan butuh semen buat bangun apapun. Semen ini memang belum naik, tapi kelihatannya bakal naik juga,” kata Ade, pekerja di PB Putra Ciomas kepada CNBC Indonesia, Senin (12/9/22).

Ketika harga semen mulai terangkat, maka bahan bangunan lainnya pun bisa mengikuti, mulai dari cat sampai hebel. Saat ini Ia menjual semen dengan harga beragam, namun bayang-bayang kenaikan harga sudah mulai ada.

“Dynamic 50 Kg Sekarang jual Rp 69.000, nanti bisa jual Rp 74.000 atau lebih, naiknya ya sekitar 10-20%. Salah satu yang paling terasa naiknya bisa di semen,” kata Ade.

Kenaikan harga tersebut berpotensi tidak terjadi secara langsung, melainkan secara bertahap, misalnya jika kenaikan harga Rp Rp 5.000, maka bisa dicicil sebanyak 2x.

“Supaya pasar juga nggak kaget, kalau tiba-tiba naik sekaligus yang ada pasar nggak terima, penjualan bisa jatuh,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik toko bangunan Cahaya Baru di Kabupaten Bogor, Zainuddin menilai kenaikan bakal terjadi cepat atau lambat. Pengusaha pun sudah bersiap dengan rentetan kenaikan itu.

“Iya pasti bakal naik, entah besok atau Minggu depan belum tau, tapi bakal naik, siap-siap aja,” katanya kepada CNBC Indonesia.