korannews.com – Pasukan Rusia telah meninggalkan beberapa wilayah di sekitar Kharkiv, Ukraina. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia, akhir pekan lalu.

Dalam pernyataannya, kementerian mengumumkan bahwa mereka akan menarik pasukannya dari kota Balakliia dan Izium di Ukraina. Hal ini untuk memfokuskan operasi di wilayah Donbass.

“Untuk mencapai tujuan yang dinyatakan dari operasi militer khusus untuk membebaskan Donbas, telah diputuskan untuk mengumpulkan kembali pasukan Rusia yang ditempatkan di distrik Balakliia dan Izium,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, dikutip Deutsche Welle.

Dengan penarikan ini Kepala wilayah Kharkiv Ukraina yang ditunjuk Moskow, Vitaly Ganchev, merekomendasikan warga di wilayah itu untuk mengungsi ke Rusia. Ia menyebut langkah ini penting dilakukan untuk ‘menyelamatkan nyawa’.

“Para pengungsi akan diberikan makanan, panas dan perawatan medis,” sebutnya sebagaimana dilaporkan media resmi pemerintah TASS.

Wilayah Kharkiv sendiri merupakan wilayah yang cukup krusial di Ukraina. Wilayah yang berada di sekitar Utara Ukraina ini diketahui cukup dekat dengan perbatasan Rusia.

Sementara itu, Rusia sendiri sejauh ini sedang dalam posisi bertahan dari serangan militer Ukraina. Beberapa lokasi yang menjadi titik serangan Ukraina saat ini adalah wilayah kota Kherson di Selatan.

Bahkan, serangan di Kherson sempat menunda referendum yang ingin dilakukan oleh Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan serangan ke Ukraina pada 24 Februari lalu. Ia mengatakan serangan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat etnis Rusia di negara itu dari kaum ultra-nasionalis sekaligus menghentikan niat Kyiv untuk bergabung pada aliansi militer NATO.

Sementara itu, simpatisan dan kubu nasionalis Rusia mendesak Putin membuat perubahan untuk memastikan kemenangan akhir dalam perang Ukraina.

Jatuhnya Izium dengan cepat di provinsi Kharkiv merupakan kekalahan militer terburuk Rusia sejak pasukannya dipaksa mundur dari Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Maret.

Adapun, ketika pasukan Rusia meninggalkan kota demi kota pada hari Sabtu, Putin justru ‘bersantai’ dengan membuka kincir ria terbesar di Eropa di taman Moskow dan kembang api menerangi langit di atas Lapangan Merah untuk merayakan pendirian kota itu pada tahun 1147.

Dalam pesan suara berdurasi 11 menit yang diunggah ke aplikasi Telegram, pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, sekutu Putin yang pasukannya berada di garis depan perang di Ukraina, tak bisa menutupu kegeramannya.

“Jika hari ini atau besok tidak ada perubahan dalam pelaksanaan operasi militer khusus, saya akan terpaksa pergi ke pimpinan negara untuk menjelaskan kepada mereka situasi di lapangan,” kata Kadyrov, Minggu (11/9/2022), dikutip Reuters.