korannews.com – Praktisi hukum, Petrus Salentinus menyoroti perlakuan khusus yang diberikan Polri kepada salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J , Putri Candrawathi .

Meskipun berstatus sebagai tersangka, tetapi Putri Candrawathi dianggap mendapatkan perlakuan khusus.

Perlakuan khusus tersebut dinilai dari ketika rekonstruksi adegan pembunuhan, Putri Candrawathi tidak mengenakan seragam tersangka.

Selain itu, meskipun berstatus sebagai tersangka, Putri Candrawathi tidak ditahan dengan alasan masih memiliki anak kecil.

Perlakuan tersebut berbeda dengan yang diberikan pihak kepolisian kepada beberapa ibu-ibu yang menjadi tersangka dalam tindak kejahatan yang lebih ringan.

Meskipun mereka memiliki anak yang bahkan masih bayi, pihak kepolisian tetap menahan para ibu tersebut.

“Menarik karena penyidik tidak menahan PC atas pertimbangan kemanusiaan dan keadilan, karena PC masih harus merawat dan membesarkan anak kecil. Ini merupakana paradigma baru pimpinan Polri mengakomodasi tuntutan publik,” kata Petru Salentinus.

Petrus juga menyoroti sikap tak biasa yang ditunjukkan pihak kepolisian terhadap Putri Candrawathi .

“Biasanya Polri menahan tanpa pandang bulu walaupun tersangka ibu-ibu itu hamil tua atau punya bayi. Akan tetapi, dalam kasus PC, Polri mengedepankan aspek humanis dan tetap memproses PC. Karena itu, dukung kebijakan baru Polri dalam soal PC ini,” ujar Petrus dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.***