korannews.com – Ratu Inggris, Elizabeth II, meninggal dunia di usia 96 tahun pada Kamis (8/9/2022) sore waktu setempat. Sejarah mencatat bahwa Ratu Elizabeth II adalah pemimpin Kerajaan Inggris yang paling lama bertahta dalam sejarah. Ia berada di singgasana kekuasaan selama 70 tahun.

Selama masa kepemimpinannya, ratu yang memiliki nama asli Elizabeth Alexandra Mary tersebut mendapatkan upah seperti masyarakat umum. Hidup serba kemegahan, kira-kira berapa besaran gaji Ratu Elizabeth II?

Pada tahun 2022, harta Ratu Elizabeth secara pribadi diperkirakan bernilai 365 juta pound (sekitar Rp 6,2 triliun). Menurut Sunday Times Rich List, angka ini naik 15 juta pound dari penghasilannya tahun 2020 dan termasuk Sovereign Grant dan penghasilan pribadinya.

Penghasilan Ratu Elizabeth berasal dari beberapa sumber, termasuk Sovereign Grant atau setoran dari pemerintah Inggris untuk kerajaan. Setoran ini berasal dari para pembayar pajak dan digunakan Ratu Elizabeth untuk operasional resmi kerajaan.

Sovereign Grant adalah angka yang dia terima setiap tahun dari pemerintah. Jumlah yang diterima sebesar 15% dari keuntungan yang diperoleh setiap tahun oleh Crown Estate.

Ini adalah real properti besar di Inggris yang bernilai 8,1 miliar poundsterling. Dulunya milik monarki tetapi sekarang dimiliki oleh perbendaharaan negara.

Sovereign Grant terdiri dari persentase pendapatan yang dihasilkan oleh Crown Estate, sebuah bisnis properti komersial independen yang dimiliki oleh raja yang berkuasa (selama masa pemerintahan mereka), yang merupakan salah satu portofolio properti terbesar di Britania Raya. The Crown Estate menghasilkan laba, yang kemudian dibayarkan ke Departemen Keuangan, dan dari sana, sebagian dibayarkan kepada Ratu melalui Sovereign Grant.

Pada 2020 hingga 2021, Sovereign Grant yang diberikan kepada Ratu berjumlah 85,9 juta poundsterling. Situs resmi Keluarga Kerajaan harus menerbitkan laporan keuangan setiap tahun yang menjelaskan bagaimana uang ini dibelanjakan. Seperti berapa bagian untuk hibah, pemeliharaan properti, termasuk rumah tangga Ratu.

Menurut keluarga kerajaan, sang Ratu menggunakan pendapatan dari portofolio investasinya dan perkebunan pribadi untuk memenuhi pengeluaran pribadinya.