korannews.com – Foto-foto langka, dokumen autentik, dan miniatur yang menyerupai benda aslinya– bagi para penggemar mobil, ini menjadi kesempatan bagus untuk mengunjungi sebuah museum internal di tempat lahirnya industri otomotif China, yaitu Changchun, ibu kota Provinsi Jilin di China timur laut.

Museum yang menyuguhkan detail sejarah perkembangan otomotif di China sejak berdirinya Republik Rakyat China pada 1949 itu adalah milik China FAW Group Co., Ltd. Perusahaan raksasa yang berkantor pusat di Changchun itu merupakan salah satu produsen otomotif tertua sekaligus terbesar di China.

Bagi Yu Hui, seorang narator di museum itu, benda pameran favoritnya di antara ratusan koleksi adalah benda yang diletakkan di aula museum. Benda itu adalah miniatur perunggu dari mobil buatan dalam negeri pertama China, yakni truk merek Jiefang buatan 1956 dari FAW, yang kemudian dikenal sebagai China First Automobile Works.

“Saya suka tampilannya yang klasik,” kata Yu. “Selain itu, sebagai mobil buatan China pertama, mobil ini memiliki signifikansi yang besar dan menceritakan kisah tentang memulai dari awal.”

Kebanggaan seperti itu sangat terasa di Changchun, tempat kelahiran mobil buatan China. Dibandingkan dengan daerah produsen mobil domestik lainnya seperti Shanghai, Changchun memiliki budaya mobil yang mengakar.

Tepat di belakang miniatur truk merek Jiefang itu, terdapat koleksi berharga lainnya dari museum FAW, yaitu limusin Hongqi edisi terbatas yang dibuat khusus. Hongqi merupakan merek yang dinaungi FAW.

Hongqi, yang berarti “bendera merah” dalam bahasa Mandarin, berkembang menjadi merek ikonis China sejak didirikan pada 1958, memberikan layanan limusin untuk acara seremonial nasional selama bertahun-tahun.

Sekitar 10 km dari museum mobil FAW, terdapat pusat pameran publik yang menampilkan sejarah perkembangan Hongqi. Tempat itu menjadi tujuan wisata populer, baik bagi warga setempat maupun wisatawan.

Pada 2021, pusat pameran tersebut menerima lebih dari 2.000 rombongan pengunjung, dengan total 53.800 anggota rombongan. Kaus dan suvenir berlabel Hongqi lainnya laris diburu pengunjung.

“Banyak pengunjung terpesona dengan perkembangan pesat merek mobil buatan dalam negeri China,” kata Yue Songyan, seorang narator di pusat pameran tersebut. “Kebangkitan Hongqi menunjukkan sikap masyarakat China yang selalu siap menghadapi tantangan.”

Yue dahulu bekerja sebagai pramuniaga untuk Hongqi. “Saya rasa mobil Hongqi banyak diminati oleh pelanggan paruh baya. Namun, selama saya bekerja sebagai pramuniaga, saya melihat peningkatan minat terhadap merek Hongqi di kalangan generasi muda.”

Mobil buatan FAW lazim terlihat di jalan-jalan Changchun. Sebagian besar taksi di kota itu merupakan mobil model listrik buatan Hongqi, yang harganya hanya 120.000 yuan (1 yuan = Rp2.140).

Baik Yu maupun Yue tumbuh dalam keluarga yang setidaknya satu anggotanya bekerja di industri otomotif.

“Ini bagaikan warisan, dan saya senang bisa meneruskannya dengan cara ini,” ujar Yue.

(Oleh penulis Xinhua Zhang Zhongkai)

(Wang Lu, Zhao Peiqi, dan Shi Weijia turut berkontribusi dalam artikel ini.)