korannews.com – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menyatakan, ia bakal menyelesaikan masalah kepengurusan secara baik-baik.

Hal ini ia sampaikan saat ditanya mengenai nasib kepengurusannya setelah Kementerian Hukum dan HAM yang mengedahkan kepengurusan PPP di bawah kepemimpinan pelaksana tugas ketua umun Muhammad Mardiono.

“Nanti saja, saya selesaikan baik-baik,” kata Suharso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Suharso mengatakan, ia datang ke Istana untuk bertemu Presiden Joko Widodo dan membicarakan banyak hal, termasuk masalah kepengurusan PPP.

“Saya tadi banyak bicara soal itu (masalah kepengurusan PPP) dan soal IKN ya,” kata Suharso singkat.

Diketahui Suharso dilengserkan sebagai Ketua Umum PPP berdasarkan hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Banten, Minggu (4/9/2022).

Alasannya para kader tak puas dan ingin meningkatkan elektabilitas PPP jelang Pemilu 2024.

Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM telah mengesahkan mengesahkan kepengurusan baru PPP melalui Surat Keputusan Kemenkumham Nomor M.HH-26.AH.11.02. Tahun 2022 tentang Pengesahan Plt Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Masa Bakti 2020-2025.

Isi SK tersebut menyatakan mengakui Muhammad Mardiono sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP menggantikan Suharso Monoarfa.