korannews.com – Peresmian jargas untuk rumah tangga tahun anggaran APBN 2022 di Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo itu dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, Direktur Perencanaan dan pembangunan Infrastruktur Migas , Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, Komite BPH Migas, Wahyudi Anas dan Edi Armawiria, General Manager Sales And Operation Region III PT PGN Tbk.

Jargas rumah tangga ini pun disambut baik oleh Wali Kota Probolinggo, yang menyebutkan, saat ini sudah ada total 15 ribu lebih jargas rumah tangga. Di awal dulu, pemasangan jargas ini banyak ditolak, namun kini, malah warga rebutan minta diprioritaskan pemasangannya.

Wali kota yang akrab di panggil Habib Hadi ini pun, pekan depan berencana akan menyurati Kementrian ESDM untuk meminta 15 ribu sambungan jargas baru lagi.

“Kami berharap, jika dari APBN ini sudah habis kuotanya. Mungkin bisa dikembangkan jadi Jargas Mandiri, sehingga masyarakat Probolinggo bisa menikmati semua. Kawasan Kanigaran ini sudah ada 15 pengembangan properti, artinya, ada pasar Jargas Mandiri yang potensial,” tuturnya, Jumat (9/9/2022).

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebutkan, total pembangunan jargas rumah tangga APBN tahun 2022 sebanyak 40.777 jargas, agar bisa membantu ekonomi masyarakat yang lebih ramah lingkungan.

“Hingga akhir 2021, pemerintah sudah membangun 662 ribu lebih jargas rumah tangga di Indonesia. Jargas untuk rumah tangga akan membuat ekonomi rumah tangga lebih baik lagi,” tandas Laode.

Edi Armawiria menambahkan, progres infrastruktur jargas di Probolinggo sudah mencapai 95 persen. Fasilitas ini bisa dituntaskan atas kerja sama dan dukungan dari Kementerian ESDM, SKK Migas, BPH Migas, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Probolinggo, PT Pertamina (Persero), PT Amythas, PT Panca Indah Jayamahe, Husky CNOOC Madura Ltd.

“Ini adalah upaya mendukung isu transisi energi menuju energi bersih yang harus menjadi prioritas. PGN bertekad untuk terus berkontribusi dan menjadi bagian dalam mengejar target bauran energi bersih di Indonesia,” papar Edi.

“Penambahan titik jaringan gas rumah tangga pada Kota Probolinggo, semoga semakin mempermudah akses energi gas bumi bagi 4.153 pelanggan,” papar Edi.

Sementara itu, Komite BPH Migas, Wahyudi Anas menyebutkan, pembangunan jargas rumah tangga harus dimaksimalkan, sebab beban subsidi Elpiji sudah membebani keuangan negara.

“BPH migas telah menetapkan harga jual gas untuk Probolinggo dengan harga rumah tangga kelompok 1, Rp4.250 per kubik gas. Jika dikonversi ke elpiji, belinya 5.100 per kubiknya. Artinya, jargas ini bisa lebih murah,” terangnya.

PGN juga telah menyiapkan Jargas Mandiri, dengan harga Rp10.000 per kubik. Lebih mahal karena segmentasi dan ada beberapa tambahan fitur layanan.

Saat ini, PGN melalui Sales and Operation Region (SOR) III di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mengelola 150.450 pelanggan rumah tangga, dengan wilayah persebaran pelanggan meliputi Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Blora, Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.