korannews.com – Tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo menepis tudingan Bharada E yang menyebut dirinya terlibat menembak ajudannya sendiri, Yosua.

Dalam kesaksiannya, Bhadara E menyebutkan Ferdy Sambo turut melakukan penembakan terhadap Brigadir J di TKP Duren Tiga.

Bharada E menyebut jika atasannya itu turut melepaskan tembakan kepada Brigadir J, yang juga merupakan tembakan terakhir untuk Yosua.

Namun, tudingan itu langsung dibantah oleh kuasa hukum Ferdy Sambo , Arman Haris bahwa kliennya tak ikut melesatkan tembakan kepada Brigadir J seperti dalam pengakuan Bharada E .

“Klien kami dan tersangka yang lain membantah hal tersebut sehingga atas keterangan Bharade E tersebut semuanya akan diuji fakta-faktanya dalam persidangan,” kata Arman, Sabtu.

Pernyataan Ferdy Sambo ini seolah berbanding terbalik dengan pengakuan Bharada E yang diuji poligraph menggunakan alat pendeteksi kebohongan (lie detector).

Pengacara Bharada E Ronny Talapessy berujar bahwa kliennya dinyatakan jujur dalam uji lie detector.

“Lie detector yang ditanyakan ke klien saya terkait dengan peristiwa di Duren Tiga,” ujar Ronny Talapessy saat dihubungi, Sabtu.

Menurut dia, ada salah satu pengakuan paling krusial dari Bharada E saat ditanya siapa saja yang menembak Brigadir J dalam peristiwa berdarah di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Menurut pengakuan Bharada E , memang dirinya yang menembak Brigadir J pertama kali, tapi Ferdy Sambo juga ikut menembak, tapi pada saat terakhir.

“Salah satu poin krusial adalah siapa saja yang menembak (Brigadir) J. Klien saya menjawab ‘Saya pertama dan FS yang menembak terakhir’,” ujar Ronny, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Atas tuduhan tersebut, Arman Haris lantas mempertanyakan isi pemeriksaan lie detector yang dilakukan terhadap tersangka lainnya, yakni Kuat Maruf dan Bripka RR.

Pasalnya, hasil pemeriksaan lie detector menyebutkan keduanya dinyatakan jujur sebagaimana Bharada E .

“Kalau uji lie detector dari tersangka yang lain seperti KM dan RR hasilnya apa? Sama enggak?,” ujar Arman.

Adapun menurut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkap hasil lie detector Bharada E , Kuat Maruf, dan Bripka RR adalah benar.

Sedangkan hasil lie detector Ferdy Sambo , Putri Candrawathi dan ART Susi tidak diungkap ke publik dengan alasan kewenangan Puslabfor dan penyidik.***