korannews.com – Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams beserta rombongan melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka monitoring dan evaluasi program hibah air minum dan sanitasi dari Pemerintah Australia, Senin.

Rombongan Dubes Australia diterima Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dan langsung melakukan kunjungan ke rumah warga penerima manfaat hibah air minum di Dusun Mudal, Sariharjo, Ngaglik.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah yang telah diberikan dan berharap melalui upaya ini masyarakat Sleman dapat semakin sejahtera.

Menurut dia, pada 2021 akses air minum di Kabupaten Sleman telah mencapai 100 persen, dimana 20,60 persen merupakan jaringan perpipaan sementara 79,40 persen merupakan jaringan nonperpipaan.

“Jaringan perpipaan perkotaan dikelola oleh PDAM Tirta Sembada, sementara jaringan perpipaan perdesaan dikelola oleh masyarakat melalui Sistem Penyediaan Air Minum Perpipaan Pedesaan (SPAMDes) dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Hingga 2022 Sleman telah memiliki 63 Desa Pamsimas yang tersebar di 16 kapanewon (kecamatan). Sementara Jaringan nonperpipaan berupa sumur gali dimiliki masyarakat secara mandiri,” katanya.

Ia mengatakan, untuk sanitasi Pemkab Sleman fokus pada penyediaan akses layak dan aman air limbah domestik.

“Pada 2021 akses layak dan aman air limbah di Kabupaten Sleman telah mencapai 98 persen. Terdiri dari, akses sanitasi layak sebesar 76,23 persen dan akses sanitasi aman sebesar 21,77 persen. Sementara dua persen lainnya merupakan sanitasi belum layak,” katanya.

Kustini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menyelesaikan dua persen sanitasi belum layak menjadi layak dan aman.

Dubes Australia untuk Indonesia Penny Williams mengaku senang sekali bisa bertemu dengan Bupati Sleman di sela kunjungan ke Yogyakarta dalam rangka pertemuan G20.”Untuk berkunjung ke Sleman, dari dulu ada program kemitraan dengan Kabupaten Sleman dalam program air minum, air bersih dan sanitasi,” katanya.

Ia mengatakan, dirinya merasa senang sekali bisa datang dan melihat dengan mata sendiri, hasil kerja sama antara Autralia dan Indonesia khususnya kerja sama dengan Sleman.

“Tujuan kerja sama ini supaya penduduk dapat akses air bersih dan juga ada program sanitasi,” katanya.

Pemerintah Australia telah beberapa kali menyalurkan bantuan hibah air minum dan sanitasi ke Pemerintah Kabupaten Sleman.

Hibah pertama yakni Program Hibah Air Minum Perkotaan dari Pemerintah Australia (AusAID) yang dilaksanakan pada 2013 dan 2014 untuk membangun sebanyak 2.000 sambungan rumah (SR) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Telah mendapatkan reimburse sebesar Rp4 miliar, dengan pelaksana teknis adalah PDAM Kabupaten Sleman.

Kemudian, hibah kedua, Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (AMBK) pada 2021 hingga 2024 dengan dana hibah yang akan diterima setinggi-tingginya Rp6,99 miliar, dengan pelaksana teknis adalah PDAM Sleman.

Pada 2021 Pemkab Sleman sudah mendapatkan reimburse dana hibah AMBK sebesar Rp712 juta. Sisanya akan dimintakan reimburse secara bertahap.

Ketiga, Program Hibah sAIIG pada 2016 sampai 2020 untuk pembangunan sanitasi sebanyak 2.387 sambungan rumah air limbah sistem pengolahan terpusat dan telah mendapatkan reimburse sebesar Rp10,821 miliar.