korannews.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H. Laoly mengaku telah menyiapkan sejumlah nama calon direktur jenderal imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM).

“Sudah satu bulan proses open bidding untuk Dirjen. Tinggal tahap akhir,” kata Yasonna dalam keterangannya, Senin (12/9/2022).

Saat ini proses lelang jabatan terbuka untuk mengisi posisi Dirjen Imigrasi masih berlangsung dan sudah memasuki tahap akhir. Saat ini, setidaknya ada 10 nama yang sudah lulus seleksi administrasi sebagai Dirjen Imigrasi.

10 nama yang lulus sebagai calon Dirjen Imigrasi telah diumumkan melalui pengumuman No SEK-KP.03.03-602 tentang Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Kemenkumham.

Adapun sepuluh nama tersebut berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari pejabat internal KemenkumHAM, Kementerian Luar Negeri, militer, polisi, hingga pakar.

Sekretaris KemenkumHAM yang juga Ketua Panitia Seleksi Komjen Andap Budhi Revianto mengemukakan nama-nama calon Dirjen Imigrasi akan mengikuti beberapa tahap seleksi yang nantinya tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Peserta yang dinyatakan LULUS, wajib mengikuti tahapan seleksi berikutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (penulisan makalah), Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural (asesmen) serta Wawancara,” tulis pengumuman tersebut.

Meski demikian. proses seleksi wawancara calon Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tiba-tiba ditunda, hingga waktu yang belum ditentukan.

KemenkumHAM sendiri telah mengeluarkan surat resmi penundaan pelaksanaan wawancara seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi madya KemenKUMHAM 2022, yang diterbitkan pada 9 September 2022 lalu.

Dalam surat bernomor SEK.2.KP.03.03-5234 yang diteken Kepala Biro Kepegawaian Sutrisno itu menyebut, pelaksanaan wawancara seleksi terbuka direktur jenderal imigrasi yang seyogyanya dilaksanakan pada hari ini, diputuskan untuk ditunda.

“Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, bersama ini diinformasikan bahwa pelaksanaan Wawancara Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Tahun 2022 yang semula akan dilaksanakan pada hari Senin, 12 September 2022 ditunda, sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut tentang pelaksanaan wawancara,” tulis pengumuman surat tersebut, seperti dikutip Senin (12/9/2022).

Adapun pendaftaran seleksi calon direktur jenderal imigrasi sendiri telah ditutup sejak 10 Agustus 2022. Para pendaftar diminta untuk intens memonitor perkembangan informasi terbaru pada laman https://pansel.kemenkumham.go.id.

Surat tersebut keluar bertepatan dengan luapan amarah Presiden Jokowi saat menggelar rapat terbatas secara tertutup membahas mengenai visa on arrival (VoA) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (9/9/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi mengaku mendapatkan banyak laporan dari investor dan turis. Mereka mengaku sulit untuk mendapatkan izin tinggal, Kitas. Menurutnya, pemberian visa kepada investor seharusnya bisa dipermudah.

“Auranya yang saya rasakan itu, imigrasi ini masih mengatur dan mengontrol. Sehingga apa? Akhirnya apa? Menyulitkan. Ini yang diubah total, harus. Yang seharusnya auranya adalah memudahkan dan melayani,” kata Jokowi seperti dikutip Senin (12/9/2022).

Dalam rapat tersebut, Jokowi meminta Yasonna tegas dalam menangani masalah visa dan Kitas tersebut.

“Ini yang begini-begini ini bermanfaat sekali bagi rakyat kita. Kita harus mulai betul-betul, Pak Menteri, mengubah ini, Pak. Ganti itu kalau kira-kira memang enggak punya kemampuan untuk reform seperti itu, ganti semuanya dari dirjen sampai bawahnya, ganti, akan berubah. Kalau ndak, enggak akan berubah,” tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, dirinya ingin kembali memastikan agar pelayanan imigrasi lebih melayani dan meninggalkan gaya-gaya lama. Dia berpandangan visa maupun Kitas bagi para investor maupun tenaga ahli asing akan memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia.