korannews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) mencegah enam orang dalam kasus dugaan korupsi penyaluran beras bantuan sosial (Bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (PKM) Program Keluarga Harapan (PKH) 2020-2021.
Direktur PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang baru saja mengundurkan diri, M Kuncoro Wibowo masuk dalam daftar cegah tersebut.
Sedangkan Lima orang lainnya adalah Ivo Wongkaren, April Churniawan, Richard Cahyanto, Roni Ramdani, dan Budi Susanto.
“Iya dengan masa pencegahan yang sama,” ujar Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Ahmad Nursaleh saat dihubungi Kompas.com, Rabu (15/3/2023).
Keenam orang itu dicegah bepergian keluar negeri sejak 10 Februari 2023 hingga 10 Agustus 2023.
Dalam catatan Kompas.com, Ivo pernah diperiksa sebagai saksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan bansos Covid-19 yang menjerat Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, pada Senin (14/6/2021).
Dalam persidangan itu, politikus PDI-P Herman Hery disebut sebagai pemilik PT Dwimukti Graha Elektrindo.
“Apa pemilik PT Dwimukti adalah Herman Hery?” tanya jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nur Aziz, dikutip dari Antara.
“Iya, beliau anggota DPR dari PDI-P, ketua komisi III,” jawab Ivo.
“Sebagai pemilik?” tanya Nur Aziz lagi.
“Pemilik saham 100 persen, direct dan indirect Pak Herman Hery,” kata Ivo.
Adapun kasus korupsi penyaluran beras bansos PKH ini merupakan temuan KPK saat mengusut perkara Juliari.
KPK menduga terdapat peristiwa pidana terkait Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pasal itu mengatur tentang kerugian keuangan negara.
KPK juga mengonfirmasi bahwa perkara penyaluran beras bansos PKH ini terkait PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics.
Sementara itu, Kuncoro merupakan Direktur Utama PT BGR Logistic pada 2020.
Pada 3 November 2020, Kuncoro menyebut BGR Logistics telah menyalurkan Bansos beras 222.070.230 Kilogram (Kg) kepada 4.934.894 KPM-PKH di seluruh wilayah Indonesia.
PT BGR Logistic merupakan salah satu anak perusahaan PT Perusahaan Perdagangan (Persero), salah satu perusahaan BUMN.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.