korannews.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Menko Marves ) Luhut Binsar Pandjaitan kembali jadi korban hacker Bjorka pada Senin, 12 September 2022.

Tanpa ada rasa takut, Bjorka membocorkan identitas dan data pribadi Luhut Binsar di media sosial.

Karena kebocoran data dari Bjorka ini, data pribadi Luhut seperti nomor telefon, alamat email, alamat rumah, dan lainnya tersebar secara gamblang.

Tak hanya itu, dari kebocoran data Luhut oleh Bjorka ini diketahui juga bahwa Menko Marves ternyata belum menjalani vaksin booster .

Kebocoran data pribadi dari Luhut ini disebarkan oleh akun Telegram Bjorka pada Senin, 12 September 2022 siang hari.

Bjorka membocorkan identitas pribadi dari Luhut Binsar Pandjaitan, setelah sebelumnya membocorkan data Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate.

Akibat kebocoran tersebut, beragam data pribadi Luhut Binsar Pandjaitan tersebar di media sosial.

Mulai dari nama lengkap, agama, NIK, KK, dan lainnya milik sang Menko Marves bisa dikonsumsi oleh publik yang bergabung dengan akun Telegram Bjorka .

Tak cukup sampai di situ, Bjorka juga membeberkan data vaksinasi dari Luhut Binsar ini.

Diketahui bahwa Luhut ternyata baru menjalani dua kali vaksinasi Covid-19.

Dari data, tercatat bahwa Luhut menjalani vaksinasi Covid-19 pertama pada 13 Maret 2021.

Sedangkan vaksinasi Covid-19 kedua ia lakukan hanya satu bulan setelahnya yakni 3 April 2022.

Yang cukup menarik adalah, tak tersedia data vaksin ketiga. Ini mengindikasikan bahwa Luhut Binsar belum melakukan vaksin booster Covid-19.

Ini cukup ironis, mengingat Luhut adalah sosok yang sering kali menyuarakan masyarakat agar segera melakukan vaksin booster .

Hal tersebut dilakukan mengingat vaksin booster menjadi berbagai syarat untuk melakukan aktivitas, misalnya perjalanan, ke mal, atau lokasi kantor.

“Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mall dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi,” ujar Luhut pada Selasa, 5 Juli 2022 lalu dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

“Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Selain itu, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi,” kata dia kembali.***