korannews.comPIKIRAN RAKYAT- Badan Intelijen Nasional ( BIN ) menegaskan bahwa peretasan yang dilakukan oleh Bjorka adalah berita yang tidak benar atau hoaks.

Badan Intelijen Nasional ( BIN ) memastikan bahwa sampai saat ini semua dokumen lembaga dan presiden masih tersimpan dan terlindungi dengan baik.

Bjorka adalah nama akun yang saat ini menjadi perbincangan publik karena diduga menyimpan banyak rahasia negara.

“Sampai saat ini masih aman, kita tetap berupaya karena ini user kita. Tentu saja segala apa yang menjadi dokumen ataupun surat-surat penting lainnya itu harus betul-betul terlindungi,” kata Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto.

Di samping itu Wawan menyebutkan bahwa BIN selalu menjaga dengan ketat sistem keamanan sibernya dengan sistem enkripsi yang terus diupgrade (diperbarui).

Kemudian sistem persandiannya yang dirasa akan sulit untuk diretas oleh siapapun itu sehingga dokumen atau pun surat-surat penting tetap terjaga.

“Sebetulnya dari dulu pun kita waspada, karena memang ancaman itu setiap saat bisa terjadi. Kita juga sudah melakukan langkah-langkah pencegahan, maupun upaya tindak lanjutnya,” ujar Wawan, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Hal ini tentu menjadi sebuah kedaulatan bagi Badan Intelijen Indonesia ( BIN ) dan tidak ingin mempertaruhkannya dengan sesuatu yang tidak benar.

“Ini menjadi kedaulatan kita dan kita tidak ingin pertaruhkan ini untuk sesuatu yang ilegal,” tuturnya.

Juru bicara BIN itu menyorong bahwa perlu adanya perlindungan atau payung hukum untuk mencegah kejahatan siber.

Hukum yang dapat menangkal kejahatan para oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengincar dara pribadi masyarakat.

Untuk itu, BIN mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) menjadi undang-undang.

“Kita ingin ada satu percepatan untuk RUU PDP (segera disahkan menjadi undang-undang),” tegasnya.***