korannews.com – Sebuah area di Swis utara dekat perbatasan dengan Jerman akan diusulkan menjadi lokasi pembuangan limbah nuklir bawah tanah pada 2045 mendatang, menurut Kantor Federal Energi (BFE) Swiss, Sabtu (10/9).

Tempat yang disebut penyimpanan geologi untuk bekas bahan bakar nuklir serta limbah radioaktif lainnya belum disetujui pemerintah dan parlemen.

Proses persetujuan itu akan memakan waktu bertahun-tahun.

Perusahaan di balik proyek tersebut, National Cooperative for the Disposal of Radioactive Waste (Nagra), berencana mengajukan area Laegern utara, di utara Zurich, dan dekat perbatasan dengan Jerman, kata juru bicara BFE Marianne Zuend.

Nagra didirikan oleh para operator pembangkit listrik tenaga nuklir dan pemerintah,

Konferensi pers mengenai lokasi yang dimaksud akan digelar pada Senin (12/9), katanya.

“Ini hanya pengumuman tempat proyek (Nagra) akan dibangun,” kata Zuend, sambil menambahkan bahwa BFE mengawasi proses tersebut.

“Semua perincian soal itu akan dijelaskan sekarang oleh Nagra untuk dimasukkan ke dalam permintaan resmi yang akan mereka ajukan sekitar dua tahun kepada otoritas.”

Sumber: Reuters

Warga Jepang protes keputusan pemerintah buang air limbah radioaktif ke laut