korannews.com – Partai Buruh bersama serikat petani akan menyambut Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2022 mendatang dengan melakukan aksi di depan Istana Negara .

Sekretaris Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Agus Ruli mengatakan kondisi petani Indonesia saat ini masih mengkhawatirkan.

Sehingga, hal ini akan jadi refleksi yang pihaknya bawa untuk memperingati Hari Tani Nasional mendatang.

“Refleksi kita persoalan merombak penguasaan struktur agraria, itu masih sangat terjadi ketimpangan. Baik itu terhadap penguasaan lahan maupun juga terhadap sumber-sumber kekuasaan alam yang lain,” jelas Ruli dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Minggu (11/9/2022).

Ruli mencatat data dari SPI masih ada kurang lebih 104 kasus konflik agraria yang dihadapi para petani Indonesia di berbagai wilayah.

Kasus-kasus ini sampai sekarang masih belum terselesaikan.

Lebih lanjut, Ruli mengatakan potret pengelolaan sumber daya alam atau sumber agraria di Indonesia saat ini juga masih mencerminkan pengelolaan warisan kolonial di mana banyak kawasan lahan yang capai ratusan hingga jutaan hektare masih dikuasai oleh perusahaan besar.

“Sementara rakyat petani tidak menguasai lahan bahkan banyak yang menjadi buruh tani,” jelasnya.

Ruli mengakatakan pada aksi 24 September mendatang pihaknya akan memobilisasi massa yang akan datang dari Banten dan Jawa Barat. Ruli mengklaim bakal ada lima ribu hingga tujuh ribu massa yang turut ambil bagian.

5 Juta Buruh Bakal Mogok Kerja pada Akhir November jika Harga BBM Tak Juga Diturunkan