Rusia berhasil alihkan ekspor minyak dari Eropa ke negara bersahabat

Rusia berhasil alihkan ekspor minyak dari Eropa ke negara bersahabat

korannews.com – Rusia telah berhasil mengalihkan seluruh ekspor minyak mentahnya yang terdampak sanksi Barat akibat operasi militernya di Ukraina ke negara-negara bersahabat, kata Menteri Energi Rusia Nikolai Shulfinov pada Selasa.

Negara-negara Barat telah menjatuhkan sanksi yang luas kepada Rusia, termasuk embargo atas ekspor minyak melalui laut, setelah negara tersebut menyerang Ukraina pada Februari 2022.

“Saya bisa katakan bahwa hari ini kita berhasil mengalihkan sepenuhnya seluruh volume ekspor yang terdampak embargo. Tidak ada penurunan penjualan terjadi,” kata Shulginov dalam sebuah forum energi.

Walau demikian, Shulginov menyatakan penurunan produksi minyak dan gas tetap akan terjadi tahun ini karena tekanan sanksi Barat terhadap Moskow dan menurunnya pembeli potensial dari Eropa.

Shulginov menegaskan Rusia telah bekerja untuk mengalihkan ekspor minyak dan produk minyaknya dari pasar Eropa ke Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

India adalah pembeli terbesar minyak mentah kelas Ural yang diproduksi Rusia padaMaret ini. Pengiriman komoditas tersebut ke India diperkirakan akan mencapai lebih dari 50 persen dari semua ekspor minyak Ural bulan ini, dengan China berada di urutan kedua.

Sementara itu di acara yang sama, Direktur Utama perusahaan minyak utama Rusia Gazprom Neft, Alexander Dyukov, menyatakan kondisi tahun 2023 akan lebih menantang dari 2022 karena tekanan sanksi yang semakin meningkat.

Deputi Perdana Menteri Rusia Alexander Novak juga mengatakan penjualan minyak Rusia ke India meningkat 22 kali lipat tahun lalu, walau ia tidak merinci berapa jumlah volume yang terjual.

Ia menyatakan kontribusi dari bidang energi untuk pemasukan anggaran federal Rusia pada 2022 mencapai 42 persen, meningkat dari 36 persen pada 2021.

Novak menegaskan industri energi Rusia masih akan berkelanjutan di tengah tantangan sanksi dari negara-negara Barat.

Rusia juga perlu berfokus memacu ekspor energinya ke negara-negara bersahabat dan melanjutkan pengembangan yang diperlukan untuk mendukung perdagangan tersebut, tambahnya.

Sumber: Reuters

Exit mobile version