korannews.com – Invasi Rusia ke Ukraina memasuki hari ke-200 pada Minggu (11/9/2022) sejak dimulai pada 24 Februari.

Berikut rangkuman serangan Rusia ke Ukraina hari ke-200, sebagaimana dilansir Reuters.

Pertempuran

Pasukan Ukraina terus mendorong ke utara di wilayah Kharkiv dan maju ke selatan dan timurnya.

Sebelumnya, serangan balasan pasukan Ukraina yang cepat membuat Rusia meninggalkan benteng utamanya di daerah itu.

Panglima Nagkatan Bersenjata Ukraina Valeriy Zaluzhnyi mengatakan, pasukannya menekan ke selatan dan timur Ukraina.

Zaluzhnyi berujar, pasukan Ukraina telah merebut kembali lebih dari 3.000 Kilometer (Km) persegi bulan ini.

Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan, pasukan Ukraina terus membuat keuntungan di wilayah Kharkiv selama 24 jam terakhir.

Kementerian Pertahanan Rusia memerintahkan pasukannya untuk meninggalkan daerah sekitar Kota Izium di Kharkiv.

Kementerian Pertahanan Rusia juga mengutip kepala administrator yang dipasang Rusia di wilayah yang dikuasai Rusia yang mengatakan kepada penduduk untuk mengungsi ke Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan, pasukan Rusia menyerang posisi tentara Ukraina di wilayah Kharkiv dengan serangan presisi.

Kantor Kepresidenan Ukraina menyebutkan, 10 warga sipil tewas di wilayah Donetsk setelah serangan rudal Rusia dan serangan jarak jauh.

PLTN

PLTN Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia telah dihentikan sepenuhnya sebagai tindakan keamanan.

Langkah tersebut diambil setelah upaya pemulihan saluran listrik cadangan yang memungkinkan untuk menghubungkan pembangkit tersebut dengan jaringan listrik Ukraina.

IAEA mengonfirmasi pemulihan jalur, memungkinkan pembangkit untuk mengambil daya yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktornya dari jaringan.

Diplomasi dan perdagangan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam konferensi yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Jerman bahwa Rusia melakukan segalanya untuk mematahkan tekad Ukraina dan Eropa pada musim dingin ini.

Inggris membantah pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengeklaim bahwa hanya sebagian kecil biji-bijian yang diekspor dari Ukraina akan dikirim ke negara-negara miskin.

Rusia mengatakan, hanya 30 persen ekspor telah dikirim ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.