Penyebab Perubahan Iklim Diungkap Peneliti Asal China

Penyebab Perubahan Iklim Diungkap Peneliti Asal China

korannews.com – Peneliti Aerospace Information Research Institue Akademi Ilmu Pengetahuan China , Shi Yusheng, menjelaskan pembakaran biomassa atau objek biologis berkontribusi dalam penyebaran dan variansi gas karbon dioksida (CO2). Menurutnya, berdasarkan pengamatan satelit di lapangan dan verifikasi data satelit, ditemukan bahwa volume pembakaran biomassa berhubungan dengan peningkatan gas CO2.

Sebuah makalah dalam jurnal Science of the Total Envorinment menyebutkan, ada empat emisi pembakaran biomassa yang berbeda sehingga meningkatkan konsentrasi CO2 global sebesar 2,4 ppm per tahun.

Selain itu, emisi pembakaran biomassa terhadap konsentrasi CO2 menyebabkan perubahan musim yang signifikan.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari pnas.org, pembakaran biomassa melepaskan zat perusak ozon pada lapisan rendah atmosfer sehingga berpotensi menganggu kestabilan lapisan atmosfer pada daerah tertentu.

Biomassa adalah senyawa organik yang berasal dari manusia, hewan, atau tumbuhan. Ketika bahan biomassa dibakar, karbon yang terkandung di dalamnya diubah menjadi karbon dioksida (CO2) dan dilepaskan ke atmosfer.

Peningkatan konsentrasi CO2 di atmosfer menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim . Hal ini disebabkan karena CO2 dan gas rumah kaca lainnya dapat menangkap panas di atmosfer dan mencegahnya lepas ke luar angkasa, sehingga meningkatkan suhu Bumi secara keseluruhan.

Selain CO2, pembakaran biomassa juga dapat menghasilkan gas lain seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan partikel kecil yang dikenal sebagai aerosol. Gas-gas ini juga dapat berkontribusi pada perubahan iklim dan kesehatan manusia.

Dalam beberapa kasus, pembakaran biomassa juga dapat menyebabkan polusi udara lokal yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Misalnya, ketika biomassa yang dibakar tidak sepenuhnya terbakar, dapat menghasilkan zat-zat beracun seperti benzena, formaldehida, dan PAH (polisiklik aromatik hidrokarbon). Zat-zat ini dapat menyebabkan iritasi paru-paru, sakit kepala, mual, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Namun, pengaruh pembakaran biomassa pada atmosfer Bumi dapat bervariasi tergantung pada bagaimana biomassa tersebut diproduksi dan digunakan. Misalnya, ketika biomassa dihasilkan secara berkelanjutan dan digunakan untuk menghasilkan energi terbarukan seperti listrik dan panas, dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara jika dibandingkan dengan sumber energi fosil yang sama.***

Exit mobile version