korannews.com – Pemimpin Chechnya yang ditunjuk Kremlin Ramzan Kadyrov mengkritik kepemimpinan pasukan Rusia , setelah tampaknya lengah dengan perlawanan Ukraina melawan invasi Rusia di timur laut.

Kritik Kadyrov menandai dampak serius yang ditanggung Kremlin atas hilangnya wilayah yang telah berulang kali dinyatakan oleh administrasi pendudukan Rusia, yang mereka rencanakan untuk dipertahankan “selamanya.”

Kadyrov pun menduga bahwa Vladimir Putin mungkin tidak mengetahui keadaan sebenarnya.

“Mereka telah membuat kesalahan dan saya pikir mereka akan menarik kesimpulan yang diperlukan,” kata Kadyrov dalam pesan audio yang diunggah ke saluran Telegramnya pada Minggu (11/9/2022) sebagaimana dilansir .

Lebih lanjut kata dia, jika hari ini atau besok tidak ada perubahan strategi, dia akan dipaksa berbicara dengan pimpinan kementerian pertahanan dan pimpinan negara untuk menjelaskan situasi sebenarnya di lapangan kepada mereka.

“Ini situasi yang sangat menarik. Ini mencengangkan, menurut saya,” kata Kadyrov, mantan pemberontak yang menjadi sekutu Kremlin dan memerintah Chechnya, sebuah republik Rusia di Kaukasus. Dia dilaporkan memimpin dengan tangan besi dan memiliki pasukan paramiliter di bawah komandonya.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari, Kremlin berfokus pada membungkam suara-suara liberal yang kritis terhadap perang.

Tetapi ketika keadaan memburuk di medan perang, Putin kini dibuat sakit kepala dengan apa yang harus dilakukan ketika mantan penyemangat aksinya ingin Rusia mengerahkan lebih banyak kekuatan untuk perang untuk mengubah kondisi di lapangan.

Banyak unit dari Chechnya telah mengambil bagian dalam upaya perang Rusia, dan meskipun Kadyrov tampak sangat setia kepada Moskwa, dia adalah salah satu dari sedikit tokoh politik Rusia yang pesannya tidak sepenuhnya dikendalikan oleh Kremlin.

Semua mata akan tertuju pada bagaimana Putin menanggapi kritik tersebut.

Pemimpin Rusia berusia 69 tahun ini sebelumnya telah mengabaikan klaim bahwa dia membuat kesalahan perhitungan yang mengerikan pada Februari, ketika dia mengira tentara Rusia dapat menyerbu Ukraina dalam hitungan hari.

Dalam penampilannya baru-baru ini, dia mengatakan Rusia “tidak kehilangan apa-apa” selama perang, tetapi kerugian besar dalam beberapa hari terakhir bisa menjadi catatan buruk bagi penduduk Rusia.

Pada Sabtu (10/9/2022), ketika berita bencana dari medan perang menyebar, Putin sibuk membuka observasi besar di taman Moskwa sebagai bagian dari perayaan Hari Moskwa.
Blogger militer dengan tajam mengkritiknya karena melanjutkan perayaan.