Jung Myung Seok, Predator Pemimpin Sekte Berkedok ‘Juru Selamat’

Jung Myung Seok, Predator Pemimpin Sekte Berkedok ‘Juru Selamat’

Jung Myung Seok, Predator Pemimpin Sekte Berkedok ‘Juru Selamat’

korannews.com – Beberapa sekte di Korea Selatan menjadi sorotan usai diangkat dalam film dokumenter berjudul ‘In the Name of God: A Holy Betrayal’. Salah satunya yakni sekte Providence yang pemimpinnya merupakan predator. Sang pemimpin memakai kedok ‘Tuhan’ untuk melecehkan korban-korbannya.

Dilansir ABC Australia, Providence merupakan kelompok agama atau sekte yang didirikan pada tahun 1978 di Korea Selatan oleh Jeong Myeong-seok.

Jeong Myeong-seok mengaku dirinya sebagai Mesias atau seorang juru selamat. Terkadang, dia juga menyebut dirinya sebagai Pendeta Joshua. Ia juga mantan pengikut Gereja Unifikasi mendiang Sun Myung Moon.

Sekte ini juga menggunakan nama lain seperti Jesus Morning Star (JMS, ini juga merupakan inisial Jeong Myeing-seok), Christian Gospel Mission dan The Bright Moon Church.

Sekte ini memiliki kantor pusat di Korea Selatan. Providence mengklaim memiliki 300 gereja afiliasi dan lebih dari 100.000 pengikut di markasnya. Grup ini juga memiliki lebih dari 10.000 pengikut di seluruh dunia dan beroperasi di sejumlah negara lain termasuk Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Afrika Selatan, Jepang, dan Taiwan.

Sekte ini memiliki ajaran yang didasarkan atas 30 pelajaran atau 30 prinsip, yang menyatakan bahwa hanya seorang Mesias yang dapat membawa manusia ke surga.

Mereka yang ingin masuk ke kelompok Providence harus mempelajari 30 pelajaran dan menjamin bahwa Jeong adalah Mesias itu.

Providence juga merekrut anggota baru menggunakan metode yang disebut ‘iming-iming surgawi’. Perekrut sering memikat murid baru ke dalam kelompok dengan menawarkan mereka kesempatan menjadi model, ikut kelas pelajaran Alkitab atau melalui ajakan kegiatan olahraga.

Wanita pengikut sekte ini diajari bahwa mereka adalah mempelai Tuhan. Artinya mereka merupakan mempelai wanita Jeong. Mereka dilatih tentang pentingnya berpenampilan menarik, menjaga diri tetap langsing, dan berpakaian bagus.

Perekrut diketahui aktif di dalam dan di sekitar pusat perbelanjaan dan kampus universitas dan konon menargetkan wanita berbadan tinggi dan menarik untuk menjadi pengantin spiritual bagi Jeong Myung Seok.

Setelah dilantik, anggota baru kemudian didorong untuk memutuskan hubungan dengan teman dan keluarga dan tinggal di rumah komunal dengan anggota lainnya. Anggota baru yang perempuan juga didorong untuk berhubungan seks dengan Jeong untuk mencapai apa yang diklaim sebagai ‘penyucian’.

Apa saja yang dilakukan oleh Jeong? Baca halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Ibu Penembak Shinzo Abe Anggota Sekte Gereja Unifikasi

Pada tahun 1999, Jeong dituduh melakukan pemerkosaan dan melarikan diri dari Korea Selatan. Dia kemudian didakwa dengan berbagai tuduhan pemerkosaan dan pada tahun 2009, dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Para pengikutnya mengatakan tudingan tersebut keliru. Jeong kemudian dibebaskan secara bersyarat pada awal 2018.

Setelah bebas dari penjara, Jeong kembali diterpa kasus dugaan pelecehan seksual lagi. Namun, hingga kini Jeong masih bebas dan tetap dianggap sebagai sosok berkharisma oleh para pengikutnya.

Nama Jeong belakangan kembali menjadi perbincangan usai rilisnya film seri dokumenter ‘In the Name of God: A Holy Betrayal’. Film ini mengulas cerita empat sekte kontroversial di Korea Selatan, salah satunya adalah Providence. Providence sempat menggugat perilisan serial ini, namun gugatan tersebut ditolak.

Exit mobile version