korannews.comPIKIRAN RAKYAT- Ratu Elizabeth wafat 8 September 2022, namun hingga kini Inggris masih berduka, terutama rakyatnya, terlebih tetangga disekitar tempat tinggal ratu Elizabeth II.

Keheningan sempurna menyambut iring-iringan Ratu Elizabeth II saat melewati desa terpencil di Skotlandia yang dekat dengan Kastil Balmoral tercinta pada hari Minggu 11 September 2022.

Terlihat dengan ribuan orang berbaris di jalan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Beberapa melemparkan bunga saat peti mati Elizabeth terbungkus di Royal Standard of Scotland dengan karangan bunga heather putih, dahlia dan kacang manis.

Tepatnya, yang pertama melihat peti mati adalah penduduk desa Ballater, di mana Elizabeth menghabiskan banyak waktu bahagia selama retret musim panasnya dari beban ratu.

Beberapa masyarakat mengenakan pakaian tradisional Skotlandia , bercampur dengan pejabat lokal.

Anggota angkatan bersenjata dan perwakilan gereja di jalan-jalan desa kuno, terdiam saat peti mati lewat.

“Dia benar-benar berkorban banyak untuk negara dan itu menghasilkan banyak rasa hormat,” kata Judith Brown, yang melakukan perjalanan ke Ballater dari Inggris untuk memberi penghormatan.

“Ini adalah seluruh era yang ditutup sekarang,” katanya lagi menambahkan.

Peti mati ratu melakukan perjalanan melalui jalan darat melalui kota-kota dan desa-desa Skotlandia dalam perjalanan ke Edinburgh 180 mil (290 kilometer) yang diperkirakan akan berlangsung setidaknya enam jam.

Para petani di rute itu memposisikan traktor mereka untuk membentuk penjaga kehormatan saat iring-iringan lewat, sementara penunggang kuda berbaris di Peterculter, pinggiran kota Aberdeen, untuk memberi hormat.

Kerumunan sudah menumpuk di ibu kota Skotlandia ketika iring-iringan tujuh mobil meninggalkan Balmoral tak lama setelah pukul 10.00 waktu setempat.

Iring-iringan mobil bergerak melewati kumpulan bunga yang ditinggalkan di sana sejak kematian ratu diumumkan pada hari Kamis.

Salah satu dari mereka yang mendirikan kamp lebih awal adalah mantan tentara Stuart Mackay, 66, yang pernah bertugas di Kavaleri Rumah Tangga ratu di London dan mengambil bagian dalam banyak acara kenegaraan.

“Ini adalah sejarah yang sedang dibuat. Adalah tugas saya untuk berada di sini untuk mengucapkan selamat tinggal padanya,” katanya.***