Adik Kim Jong Un Ancam AS: Akan Ada Krisis Keamanan Lebih Fatal!

Adik Kim Jong Un Ancam AS: Akan Ada Krisis Keamanan Lebih Fatal!

korannews.com – Kim Yo Jong , adik perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un , melontarkan ancaman terbaru untuk Amerika Serikat (AS). Ancaman itu dilontarkan saat AS mendorong Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengecam uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru yang dilakukan Pyongyang pekan lalu.

Dicetuskan Kim Yo Jong dalam ancamannya bahwa AS akan menghadapi ‘krisis keamanan lebih fatal’. Demikian seperti dilansir Associated Press, Rabu (23/11/2022).

Kim Yo Jong melontarkan ancaman itu beberapa jam setelah Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield berbicara dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB soal AS akan mengedarkan pernyataan yang diusulkan untuk mengecam peluncuran rudal Korut yang dilarang dan aktivitas destabilisasi lainnya.

Usai rapat itu, Thomas-Greenfield juga membacakan pernyataan 14 negara yang mendukung tindakan untuk membatasi kemajuan program persenjataan Korut.

Kim Yo Jong yang secara luas dianggap sebagai orang nomor dua paling berpengaruh di Korut setelah Kim Jong Un, mengecam AS karena merilis apa yang disebutnya sebagai ‘pernyataan gabungan menjijikkan bersama rakyat jelata seperti Inggris, Prancis, Australia, Jepang dan Korea Selatan’.

Kim Yo Jong bahkan menggambarkan AS sebagai ‘anjing menggonggong diliputi ketakutan’. Dia menyatakan Korut akan menganggap pernyataan yang dicetuskan AS sebagai ‘pelanggaran sewenang-wenang terhadap kedaulatan dan provokasi politik yang serius’.

“AS seharusnya berhati-hati bahwa tidak peduli seberapa keras upaya mereka melucuti senjata (Korut), mereka tidak akan pernah bisa menghilangkan hak (Korut) untuk mempertahankan diri dan bahwa semakin bertekad untuk tindakan melawan, maka mereka akan menghadapi krisis keamanan yang lebih fatal,” cetus Kim Yo Jong dalam pernyataan yang dilansir media pemerintah Korut.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Rapat darurat Dewan Keamanan PBB pada Senin (21/11) waktu setempat digelar untuk merespons peluncuran rudal ICBM Korut pada Jumat (18/11) lalu. Peluncuran itu disebut melibatkan rudal ICBM Hwasong-17 yang sangat kuat, dengan beberapa pakar menyebut sudut peluncuran yang curam berhasil membuktikan potensi Korut menyerang daratan utama AS jika rudal diluncurkan dalam lintasan standar.

Disebutkan juga oleh Kim Yo Jong bahwa fakta bahwa peluncuran rudal ICBM Korut dibahas oleh Dewan Keamanan PBB ‘membuktikan penerapan standar ganda’ oleh badan PBB, yang ‘menutup mata’ terhadap latihan militer AS dan Korea Selatan.

Dia menegaskan Korut tidak akan mentoleransi setiap upaya melemahkan hak mempertahankan diri dan akan mengambil ‘tindakan balasan terberat sampai akhir’ untuk melindungi keamanan nasional’.