korannews.com – Dalam unggahan tersebut, wanita berusia 30 tahun ini mengulas parfum merek Ataraksia yang sempat viral karena memiliki aroma menyeramkan. Parfum ini memiliki 7 jenis aroma yang semuanya bertema mistis.

Tasya Farasya kemudian menyemprotkan varian ‘Menungso’ di kertas dan menciumnya. Menurut wanita bernama asli Lulu Farassiya, varian ini memiliki aroma seperti kayu jati yang manis seperti rumah vintage.

“Suka banget gue yang Menungso, enak banget,” kata Tasya Farasya dan memberikan nilai 9.

Kemudian selanjutnya ia mencoba ‘Hunian Alas Purwo’ dan mengatakan aromanya seperti pepohonan, rumah di hutan yang berkabut. Tasya lalu memberikan nilai 8 untuk varian ini.

“Sumpah ini tuh baru dua parfum yang aku cium tapi kayak kok user experience-nya ada banget gitu, lho,” kata Tasya Farasya.

Ketiga, Tasya mencoba varian ‘Tolire Gam Jaha’ dan cukup terkejut karena aromanya seperti wangi sehari-harinya beberapa tahun lalu. Varian ini juga mendapat nilai tinggi darinya yakni 9.

Lalu Tasya mencoba varian ‘Rimba Jagal’. “Aduh gue pusing deh, sumpah ini enak banget. Kayak parfum-parfum Memo Paris gitu,” ungkap Tasya.

Parfum itu memiliki aroma maskulin dengan sentuhan earthy, smoky, dan manis sehingga diberi nilai 9. Ia kemudian mencoba aroma ‘Sanggar Hantu Laut’ yang memiliki wangi aquatic dengan nilai 8.

Selanjutnya Tasya mencoba varian ‘Peri Ganda Mayit’ dan lagi-lagi terkejut karena aromanya sangat menggambarkan dirinya. Parfum ini memiliki aroma melati seperti di akad pernikahan.

Tasya Farasya sangat menyukai parfum tersebut dan memberikan nilai 9,5 hingga menyemprotkannya ke tubuh. Terakhir, kembaran Tasyi Athasia ini mencoba varian ‘Sarang Gandaruwo’.

Parfum varian tersebut sempat disebut memiliki aroma bangkai dan anyir darah. Menurutnya, parfum tersebut memiliki aroma powdery namun mirip seperti kaus kaki.

“Bukan bau darah kalau menurut gue, ini bau kaus kaki orang yang udah keringetan seharian. Dia tuh aslinya orangnya wangi cuma kakinya tuh apek,” jelas Tasya soal aroma yang tak biasa.

Menurut Tasya, ia menyukai semua varian parfum tersebut kecuali ‘Sarang Gandaruwo’. Ia juga sangat mengapresiasi jenis parfum yang tak biasa ini.