Psikolog Harvard Bocorkan Pola Asuh Anak agar Terhindar dari Sifat Merugikan Orangtua

Psikolog Harvard Bocorkan Pola Asuh Anak agar Terhindar dari Sifat Merugikan Orangtua

korannews.com – Anak adalah amanah yang harus dijaga oleh orangtua sebaik mungkin dengan memberikan pengasuhan dan perawatan terbaik agar tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat sekitar.Akan tetapi, tak jarang anak malah mendatangkan banyak masalah bagi dirinya, lingkungan, bahkan keluarga. Jangan langsung menyalahkan anak! Pola pengasuhan memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan dan pertumbungan setiap individu.Ahli Psikologi Universitas Harvard , Richard Weissbourd, dalam sebuah studi berjudul Teaching Emphaty and Whether You Are Parent Who Does So memberikan sejumlah tips parenting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri seorang anak.Menurut Richard Weissbourd, dalam studinya, sekira 80 persen anak di Amerika Serikat menyebut bahwa orangtua mereka lebih mempedulikan prestasi dan rasa bahagia diri sendiri daripada apakah mereka sudah berkontribusi bagi lingkungan.

Usia terbaik memupuk empati dimulai dari usia 4 hingga usia sekolah. Pada usia tersebut, seorang anak telah menyeimbangkan kebutuhannya dengan kebutuhan orang lain mulai dari hal sederhana seperti berbagai makanan, mengoper bola, atau bahkan sekadar tertawa bersama.

Anak membutuhkan ekspresi diri yang besar ketika diajari sesuatu. sehingga anak memerlukan kesempatan untuk mengekspresikan sekaligus melatih rasa empati , syukur, dan kontribusi kepada orang lain.Berikanlah kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan dan melatih kepedulian kepada orang lain. Berbagai aktivitas sederhana seperti bermain bersama anak-anak lain, mengerjakan PR bersama, olahraga, dan lain sebagainya dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan empati .

Mulanya anak akan memperhatikan dan peduli hanya pada lingkungan inti keluarga dan pertemanan. Tantangan bagi orangtua adalah mengembangkan rasa empati tersebut kepada lingkungan yang lebih luas.Orangtua dapat lebih sering mengenalkan anak pada lingkungan baru, kepada anak-anak kolega, atau sekadar mengajak anak makan di restoran. Berikan contoh kepada anak dalam memperlakukan orang-orang di lingkungan baru, mulai dari rekan kolega hingga pelayan restoran.

Seorang anak adalah pencontoh yang baik, dan contoh terbaik bagi anak adalah orangtua. Oleh karena itu, orangtua menjadi contoh pertama yang akan membekas dalam perilaku anak di masa depan.Oleh karena itu, menjaga sikap dan perilaku empati orangtua setiap saat menjadi penting, selain itu kehadiran orangtua bagi anak, meski sebentar, adalah kesempatan yang paling berharga mengajarkan anak rasa peduli, empati , dan hormat.***

Exit mobile version