korannews.com – Adapun informasi pernikahan ini dibongkar Wakil Walikota Solo, Teguh Prakosa yang menjelaskan Gibran Rakabuming Raka sebagai Walikota Solo tidak bisa menghadiri satu acara.

Ini karena anak sulung Jokowi itu harus bertemu keluarga Erina Gudono di Yogyakarta, membahas rencana pernikahan adik Gibran yaitu Kaesang Pangarep yang diperkirakan akan jatuh pada Desember 2022.

“Beliau kalau Sabtu Minggu ke Jogja untuk komunikasi dengan keluarga (Erina). Kami mohonkan izin, pak walikota ini di akhir menuju bulan Desember disibukkan dengan rencana mantu terakhirnya Pak Presiden,” kata Teguh Prakosa.

Adapun Kaesang sendiri adalah lelaki kelahiran 25 Desember 1994, yang berarti ia memiliki weton lahir Minggu Pon. Sedangkan Erina Gudono lahir 11 Desember 1996, pemilik weton lahir Rabu Kliwon.

Mengutip Primbon, Senin (12/9/2022) berdasarkan 6 petung perjodohan dari kitab primbon Betaljemur Adammakna yang disusun oleh Kangjeng Pangeran Harya Tjakraningrat, berikut ramalan kecocokan Kaesang dan Erina:

1. Berdasarkan Neptu dan Hari Pasaran

Apabila berlabuh ke jenjang pernikahan, sebagai suami istri, rumah tangga Kaesang dan Erina disebut akan mendapat banyak anugerah.

2. Berdasarkan Hari Lahir Pasangan

Erina Gudono lahir di hari Rabu dan Kaesang hari Minggu, gabungan keduanya disebut akan menghasilkan rumah tangga yang lancar, meskipun beberapa kali disebut ada fitnah mendatangi pasangan ini.

3. Kategori Pasangan

Pasangan ini dinilai masuk kategori Sri, yang artinya saat menjalani rumah tangga, akan mendapatkan rezeki melimpah karena saling berjuang.

4. Dari Sisi Keharmonisan Rumah Tangga

Setelah dihitung pasangan ini masuk kategori jodoh, yang berarti kehidupan rumah tangganya bakal harmonis, cocok satu sama lain. Disebut juga bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, bahkan hingga usia senja.

5. Keuangan Pasangan

Setelah dihitung keduanya masuk kategori dana, yang berarti kehidupan Kaesang dan Erina setelah menikah diprediksi akan kaya raya.

6. Cobaan Pasangan Suami Istri

Hampir dialami semua pasangan, sebagai suami istri, pasangan ini masuk kategori Lebu Katiup Angin, yang berarti keduanya tetap berisiko sengsara, keinginan tidak terkabul, dan cenderung berpindah-=pindah rumah.