korannews.com – Hal itu diungkapkan oleh, Peneliti dan P3S Al-Qadir Yogyakarta, Ahmad Wahyu Sudrajad, dalam Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi di Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, menjelaskan jika teknologi digital sangat banyak manfaatnya.

Beberapa di antaranya mendapatkan informasi materi pembelajaran dengan memanfaatkan mesin pencarian, menjalin komunikasi dalam percakapan media sosial, transaksi belanja dalam aplikasi dompet digital, juga pembelajaran melalui video tutorial pendidikan.

“Dalam pembelajaran terkait dengan materi melalui video tutorial pendidikan, harus bersifat menyenangkan. Dengan adanya teknologi ini akan semakin menyenangkan dengan video-video dan media digital yang lain. Supaya anak-anak kita saling terikat, ada empati, saling komunikasi, lalu arahkan ke materi pertanyaan,” jelasnya.

Sementara itu, Content Creator dan Key Opinion Leader (KOL), Rindi Antika mengatakan jika menjadi content creator merupakan pekerjaan yang cukup menjanjikan yang berasal dari hobi membuat video. Menurutnya para guru bisa menantang siswanya membuat video sendiri kurikulum di sekolah sebagaimana di sekolah Internasional yang telah terbiasa membuat presentasi dalam video konten.

“Menurut aku konten yang dapat nyambung dengan anak-anak, konten yang ringan dan padat berisi. Ibu guru dan bapak guru bisa membuat kelompok pembelajaran. Zoom sekarang sangat interaktif dapat menggunakannya sebagai kuis,” ungkapnya.