7 Cara Mudah Miliki Hubungan Pernikahan yang Lebih Bahagia dan Sehat

7 Cara Mudah Miliki Hubungan Pernikahan yang Lebih Bahagia dan Sehat

korannews.com

Nah, dilansir dari laman Your Tango, berikut adalah sejumlah aturan atau cara mudah yang bisa kita terapkan untuk memiliki hubungan pernikahan yang lebih sehat dan bahagia.

1. Membangun keseimbangan cinta

Kebosanan, frustrasi, dan rasa kesal yang terjadi sehari-hari dapat memadamkan percikan api asmara di antara kita dan pasangan.

Untuk itu, jadikanlah hal-hal yang baik sebagai prioritas utama.

Pertama, dibutuhkan hingga 20 pernyataan positif untuk mengalahkan efek buruk yang ditimbulkan oleh satu pernyataan negatif.

Misalnya, memuji pasangan dengan sepatu atau pakaian barunya. Kita juga bisa berterima kasih padanya karena telah membantu mengerjakan tugas di rumah.

Pastikan pujian dan ucapan terima kasih ini tulus dan spesifik dengan melakukan kontak mata saat kita tersenyum atau memberikan pujian.

Dan cobalah sedikit suara yang menyenangkan saat memberikan sentuhan penuh kasih.

Setelah melakukan pendekatan ini, kita pun akan menyadari bahwa selain mengetahui cara menekan tombol-tombol sensitif pasangan, kita juga tahu bagaimana menekan tombol-tombol kegembiraannya.

2. Memberikan sentuhan

Sentuhan manusia membantu pelepasan endorfin yang membuat perasaan senang, baik bagi pemberi maupun penerima.

Jadi, gandenglah tangan pasangan saat berjalan di luar rumah. Usap pipinya dengan ujung jari saat mengucapkan selamat pagi. Atau hidupkan kembali cara-cara kita menyentuhnya di masa-masa awal pernikahan.

Dengan menambahkan lebih banyak sentuhan semacam ini akan membantu kita membangun cinta yang lebih kuat.

3. Ingatlah bahwa tidak ada orang yang sempurna

Sangat mudah untuk menyalahkan pasangan saat kita merasa marah, kecewa, bosan, dikhianati, atau stres dengan hubungan pernikahan.

Kemudian, kita akan melihat pasangan kita sebagai orang yang harus berubah agar pernikahan ini menjadi lebih baik.

Sayangnya, itu adalah cara yang salah.

Karena mencoba untuk memperbaiki pasangan akan membuatnya bersikap defensif dan membuat kita berada dalam peran yang suram, serta tidak mengubah apa pun dalam hubungan pernikahan.

Untuk itu, cobalah memperbaiki hubungan dari mengubah diri sendiri terlebih dulu.

Ketika kita bisa mengatasi kekurangan diri sendiri dan mencari yang terbaik dari pasangan, hal yang baik juga pasti akan terjadi dan optimisme meningkat.

Pada saat yang sama, jangan abaikan apa yang baik dari pasangan dan kita bisa mengapresiasi itu setiap hari atau secara rutin.

4. Tambahkan sedikit semangat

Nasihat klasik yang diberikan para ahli kepada para lajang yang mencari pasangan yang sempurna adalah jadilah yang terbaik untuk menarik yang terbaik.

Hal yang sama juga berlaku untuk pernikahan.

Semakin kita merasa bahagia, semakin bahagia pula pernikahan dan semakin mudah mengelola konflik.

Jika 15 menit yoga pagi, beralih ke kopi tanpa kafein, atau hobi baru memberikan kita semangat yang baru, perasaan yang baik pasti akan membawa kita ke momen-momen yang lebih bahagia bersama pasangan.

5. Berkonflik secara adil

Konflik adalah hal yang normal, bahkan sehat dalam pernikahan. Yang penting adalah bagaimana kita menanganinya.

Dalam sebuah penelitian di Florida terhadap pasangan yang sudah lama menikah, kemampuan memecahkan masalah bersama disebut sebagai faktor kunci bagi 70 persen pasangan yang puas, di mana hanya 33 persen pasangan yang tidak puas yang menguasai keterampilan ini.

Dengan alat dan sikap yang tepat, konflik menjadi pintu gerbang menuju keintiman yang lebih dalam, serta kesempatan untuk dilihat dan dicintai apa adanya.

Untuk membangun konflik yang lebih adil dan sehat, hindari kritik, konfrontasi, dan permusuhan.

Para peneliti dari University of California yang mengikuti 79 pasangan selama lebih dari satu dekade menemukan bahwa pasangan yang bercerai lebih awal bertengkar panjang, keras, dan selalu menyerang.

Sebaliknya, pasangan yang bahagia menghindari mengutarakan kritik yang keras, menjaga diskusi tetap baik, dan tidak menggunakan kata mutlak seperti “tidak pernah” dan “selalu”.

Jika pertengkaran terjadi, cobalah untuk mengubah topik pembicaraan, menyisipkan humor yang lembut, berempati, atau tunjukkan penghargaan ekstra pada pasangan.

6. Pilih waktu dan tempat yang tepat

Jangan memulai pembicaraan yang mungkin akan menjadi sulit jika kita belum cukup istirahat dan makan.

Rasa lapar dan kelelahan bisa mendorong kita mengeluarkan kata-kata kasar dan pikiran buruk.

Jangan pernah mencoba menangani masalah pernikahan yang serius jika kita terdistraksi dengan hal lain seperti televisi, media sosial, atau pekerjaan.

Jika kita terganggu atau akan keluar rumah, pilihlah waktu lain untuk berbicara. Sebab, kita tidak bisa menyelesaikan konflik dengan cepat.

Ingatlah juga bahwa cara kita menangani situasi ini tidak hanya memengaruhi kita tetapi juga pasangan.

Jika tidak, hentikan dan jadwalkan ulang ketika anak-anak tidak ada. Ketika mereka ada, jaga agar semuanya tetap hormat dan produktif.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berkembang (dan menyerap keterampilan hubungan yang baik) ketika orangtua menyelesaikan masalah secara konstruktif, tetapi mengembangkan rasa tidak aman dan masalah perilaku ketika terpapar pada penyelesaian konflik yang keras.

7. Lebih banyak mendengarkan

Langkah paling ampuh yang bisa dilakukan untuk menjaga pernikahan tetap solid adalah dengan mengurangi bicara dan perbanyaklah mendengarkan.

Menyalahkan, menghina, mengkritik, dan menggertak memprediksi akhir yang buruk.

Ketika pembicaraan berubah menjadi agresif, jangan menyela, menawarkan solusi, atau membela diri terlalu cepat.

Jika pasangan sedang mengonfrontasikan sesuatu, sebaiknya kita cukup mendengarkannya saja dan menunjukkan bahwa kita menghormati emosi di balik kata-kata tersebut.

Terkadang, yang perlu kita lakukan untuk merasa lebih dekat dengan seseorang adalah dengan memerhatikan apa yang mereka katakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

error: Content is protected !!