korannews.comJakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah 0,28% dan ditutup di 7.222 pada sesi I perdagangan awal pekan, Senin (12/9/2022). Padahal, di awal perdagangan IHSG dibuka menguat di 7.257,86. Bahkan IHSG sempat bergerak menuju level psikologis 7.300 dengan posisi tertingginya di 7.276,42.

Namun setelah mencapai posisi tersebut, apresiasi IHSG terpangkas dan berbalik arah ke zona koreksi. IHSG bahkan sempat menyentuh posisi terendahnya di 7.218.46.

Sebanyak 271 saham menguat, 252 saham mengalami pelemahan dan 170 saham stagnan atau harganya tidak bergerak.

IHSG sudah menguat nyaris 1% sepanjang pekan lalu. Koreksi yang terjadi pada perdagangan hari ini seolah menjadi pertanda bahwa ada aksi profit taking.

Setelah terkoreksi 0,28% di sesi I, bagaimana prospek pergerakan IHSG di sesi II? Simak ulasan teknikal di bawah ini.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB sesi I, indeks sudah turun ke batas bawah BB terdekat di 7.228.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI turun ke 48,85.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 tampak sudah memotong garis EMA 26 dari atas dan bar histogram bergerak di area negatif.

Waspadai IHSG masih bisa terkoreksi di sesi II. IHSG perlu menguji level support terdekat di 7.200 di sesi II nanti.