korannews.comArtha Sekuritas

IHSG pekan lalu ditutup Menguat. IHSG ditutup di level 7,242.65 (+0.14%). IHSG ditutup menguat dengan rentang yang cukup terbatas. Penguatan ini didorong oleh optimisme setelah bursa saham amerika dan eropa kompak menguat. Pergerakan cukup terbatas dikarenakan minimnya sentimen dari dalam negeri.

Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 32,151,71 (+1.81%), NASDAQ ditutup 12,112.31 (+2.72%), S&P 500 ditutup 4,067.36 (+2.20%). Wall Street menguat pada hari Jumat, dengan indeks utama mencatat kenaikan mingguan pertama mereka dalam empat minggu terakhir. Hal ini didorong aksi beli investor yang seolah mengabaikan kekhawatiran tentang lemahnya prospek ekonomi. Ekonom Wells Fargo memperkirakan inflasi utama akan mencatat penurunan bulanan tertajam sejak puncak pandemi pada April 2020 dengan dibantu oleh penurunan harga gas. Sebelumnya investor gelisah tentang prospek kenaikan suku bunga besar-besaran oleh The Fed. Anggota Dewan Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan pihaknya harus agresif dengan kenaikan suku bunga, meski sektor ekonomi akan menerima dampaknya.

IHSG diprediksi MenguatResistance 2 : 7,303Resistance 1 : 7,272Support 1 : 7,208Support 2 : 7,175

IHSG diprediksi menguat, Candlestick membentuk higher high dan higher low dengan stochastic yang bergerak di area overbought mengindikasikan masih ada potensi penguatan namun dengan rentang yang cukup terbatas. Di awal pekan, investor akan mencermati rilis data retail sales Indonesia.

Ajaib Sekuritas

Pada perdagangan kemarin (9 September 2022) IHSG ditutup menguat sebesar +0,15% atau +10,63 poin di level 7.242,66. Untuk hari ini IHSG diprediksi bergerak mixed dalam range 7.170 – 7.290.

Adapun sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini antara lain, Kementerian Keuangan menyatakan akan menerapkan disiplin fiskal dengan maksimum defisit 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2023. Sektor real estate terus mengalami pertumbuhan penjualan positif yaitu sebesar 15,23% YoY, didorong oleh membaiknya seluruh penjualan tipe rumah seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor properti memberikan peran penting karena memberikan kontribusi terhadap PDB Kuartal II-2022 sebesar 9,14% untuk konstruksi dan 2,47% untuk real estate.

Dari mancanegara, rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) China pada bulan Agustus 2022 mencatat pertumbuhan melambat. CPI China tercatat melambat menjadi 2,5% YoY turun dibanding periode sebelumnya pada Juli 2022 yang tercatat 2,7% YoY, Adapun PPI China bulan Agustus 2022 tercatat melambat menjadi 2,3% YoY merupakan terendahnya dalam 18 bulan terakhir dari sebelumnya tercatat 4,2% YoY pada Juli 2022. Sementara itu, Bank Sentral Malaysia menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 2,50%, sepanjang tahun ini Bank Sentral Malaysia telah menaikan suku bunga acuan sebesar 75 bps.