korannews.comJakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Jumat (9/9/2022) akhir pekan lalu.

Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks bursa saham acuan Tanah Air tersebut ditutup menguat 0,15% ke posisi 7.242,66. Sepanjang pekan lalu, IHSG juga terpantau melesat 0,91% secara point-to-point (ptp).

IHSG berhasil menyentuh kembali level psikologisnya di 7.200 pada pekan ini dan bertahan di atas level psikologis tersebut.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham sebesar Rp 785,63 miliar di pasar reguler. Sedangkan di pasar negosiasi asing melakukan net buy sebesar Rp 210,09 miliar, sehingga secara neto, asing membeli Rp 995,72 miliar.

BEI mencatat rata-rata nilai transaksi harian IHSG mencapai sekitaran Rp 15 triliun pada akhir pekan lalu.

Di tengah cerahnya IHSG pada akhir pekan lalu, beberapa saham menjadi top gainers. Berikut sepuluh saham yang menjadi top gainers pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Saham emiten jasa pengeboran dan perawatan sumur minyak yakni PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) memimpin deretan top gainers pada perdagangan akhir pekan lalu, di mana saham OKAS ditutup meroket 34,93% ke posisi harga Rp 197/saham.

Nilai transaksi saham OKAS pada perdagangan Jumat pekan lalu mencapai Rp 55,21 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 307,22 juta lembar saham. Namun, investor asing melepas saham OKAS sebesar Rp 730,16 juta di pasar reguler.

Jika melihat data perdagangan, sejak perdagangan 1 September hingga akhir pekan lalu, saham OKAS hanya mencatatkan penguatan sebanyak dua kali, sedangkan sisanya melemah sebanyak 4 kali dan stagnan sekali.

Dalam sepekan terakhir, saham OKAS terpantau melesat 20,12% dan dalam sebulan terakhir, saham OKAS masih meroket 146,25%.

Melesatnya saham OKAS dipicu dari kabar terbaru bahwa pencabutan izin usaha entitas anak dari OKAS yakni PT Indotan Lombok Barat Bangkit secara resmi telah dibatalkan.

Pembatalan atas keputusan pencabutan izin usaha anak perusahaan tersebut diterbitkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dengan nomor: 20220829-08-01-0003.

“Anak perusahaan dapat melanjutkan kembali kegiatan usahanya, khususnya untuk menyelesaikan kegiatan eksplorasi yang sudah direncanakan sebelumnya,” ujar Ahmad Zakky Habibie dalam keterangan resmi yang rilis hari ini, Jumat (9/9/2022) lalu.

Surat keputusan pembatalan pencabutan izin PT Indotan Lombok Barat Bangkit ditetapkan sejak 29 Agustus 2022 dan OKAS tercatat menerima keputusan pembatasan atas pencabutan izin anak perusahaan pada 8 September 2022.

Dengan informasi yang diberikan ini, cukup menjadi sentimen positif bagi saham OKAS pasca telah lama tertidur lelap yang diperdagangkan di rentang harga Rp 50-97/unit saham.

Sebagai informasi, lini usaha jasa pengeboran dan perawatan sumur minyak merupakan salah satu dari lini usaha OKAS.

Lini usaha ini dilakukan melalui entitas anak, yaitu PT Bormindo Nusantara (BN). Jumlah kontribusi pendapatan entitas anak usaha tersebut berkisar 10-15% dalam total pendapatan konsolidasi OKAS.

Dengan potensi yang ada, berdasarkan laporan kinerja keuangan pada kuartal II-2022, OKAS berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp 40,22 miliar.

Selain saham OKAS, terdapat pula saham emiten batu bara yang baru melantai di bursa pada Rabu pekan lalu yakni PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), di mana harga sahamnya melejit 34,07% ke posisi Rp 244/saham.

Nilai transaksi saham COAL pada perdagangan akhir pekan lalu mencapai Rp 10,4 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 42,63 juta lembar saham. Asing juga melepas saham COAL sebesar Rp 3,64 juta di pasar reguler.

Saham COAL masih melesat dinilai wajar, karena biasanya, saham-saham IPO melesat hingga menyentuh level auto reject atas (ARA) setidaknya terjadi selama sepekan. Dengan ini, maka saham COAL mencetak ARA selama tiga hari beruntun sejak debut perdananya pada Rabu lalu.

Berdasarkan keterangan BEI, pencatatan saham COAL dilakukan di Papan Pengembangan BEI. COAL akan menjadi perusahaan tercatat ke-44 yang tercatat di BEI pada tahun 2022.

COAL bergerak pada sektor Energy dengan subsektor Oil, Gas, and Coal. Adapun Industri COAL adalah Coal dengan subindustri Coal Production.

Direktur Utama COAL, Donny Janson Manua mengatakan batu bara yang dihasilkan perseroan memiliki kualitas batu bara yang tinggi yakni GAR 5.500 yang memiliki pangsa yang sangat luas, ekspor dan domestik.

“Perseroan didirikan pada 27 Maret 2017. Dengan IPO ini diharapkan perusahaan akan berkembang lebih besar dan jadi salah satu perusahaan pertambangan terbaik di kelasnya,” ujarnya saat pencatatan saham COAL di BEI secara virtual, Rabu (7/9/2022) lalu.

Perseroan melepas saham ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1.250.000.000 saham atas nama atau 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum.

Dengan harga IPO, maka Perseroan memperoleh dana hasil Penawaran Umum sebesar Rp 125 miliar.

Seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan Perseroan sekitar Rp 40 miliar akan disalurkan kepada Entitas Anak yaitu PT Dayak Membangun Pratama (“DMP”) yang akan digunakan untuk keperluan belanja modal DMP.

Sedangkan sisanya akan disalurkan kepada DMP dan digunakan untuk modal kerja oleh DMP.