korannews.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bicara terkait rencana pembatasan pembelian Pertalite. Kebijakan itu disebut harus dipikirkan secara hati-hati sebelum diputuskan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan aturan pembatasan pembelian Pertalite perlu pengkajian terlebih dahulu. Pasalnya masyarakat baru saja merasakan kenaikan harga BBM jenis RON 90 tersebut.

“Kita kan sudah punya Perpres-nya. Ini kan skenarionya sudah naik dulu harga, jadi kalau revisi itu nanti perlu dikaji dulu. Setelah naik harga masa mau dipembatasi lagi?,” kata Tutuka di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (12/9/2022).

“Nanti masyarakat gimana kalau misalkan sekarang sudah naik, kemudian nggak boleh lagi, itu yang kita pikirkan,” tambahnya.

Saat ditanya apakah pembatasan Pertalite baru akan dimulai tahun depan, Tutuka menyebut bahwa pemerintah belum menentukan. Pemerintah mau menerapkan pembatasan pembelian Pertalite secara hati-hati.

“Kita belum menentukan karena ini harus hati-hati sekali itu karena harganya sudah naik, terus dibatasi, saya kira kita harus kaji dulu,” imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan pihaknya mengikuti saja arahan pemerintah terkait kebijakan pembatasan pembelian Pertalite. Dari sisi operator mengaku tidak ada kendala.

“Kita nggak ada kendala, kita nunggu saja, kita kan operator ya. Bagaimana kebijakannya nanti kita jalankan,” tuturnya.