“Kelirumologi” Hak Paten

“Kelirumologi” Hak Paten

korannews.com – a disangkal bahwa negara yang memelopori apa yang disebut sebagai hak paten adalah Amerika Serikat (AS). AS memang tersohor dalam kesaktian mewujudkan pemikiran-pemikiran kapitalistisme, pragmatisme, dan komersialisme dengan meletakkan hak indivual di atas kepentingan sosial.

Maka peradaban AS paling ideal dijadikan bahan telaah kelirumologi terhadap hak paten.

Memang benar tercatat di dalam lembaran sejarah bahwa Thomas Alfa Edison secara legal adalah pemegang dan pemilik hak paten atas lampu pijar . Namun sebenarnya pada hakikatnya keliru menganggap beliau adalah inventor alias penemu lampu pijar.

Sejarah membuktikan bahwa jauh sebelum Thomas Alfa Edison mengklaim dirinya menemukan lampu pijar, masyarakat kota Paris sudah secara de facto menghias kawasam Place de la Concorde dengan puluhan lampu pijar demi menyemarakkan suasana di malam hari tanpa hasrat mematenkannya. Sebab Prancis semula tidak mengenal hak paten.

Ada pula teori bahwa penemu lampu pijar adalah Nikola Tesla. Namun klaim itu kurang meyakinkan sebab inventor jenius asal Kroasia ini lebih layak diakui sebagai penemu sistem pemasok alternating current electricity.

Memang benar, Graham Bell secara de jure adalah pemegang hak paten atas pesawat telepon yang memungkinan manusia saling berkomunikasi jarak jauh. Namun sejarah membuktikan bahwa sebelum Bell mematenkan telepon sebenarnya beberapa pihak di Eropa sudah de facto menggunakan telepon sebagai alat saling berkomunikasi secara jarak jauh tetapi masih dalam taraf permainan sebagai hiburan belaka maka belum ada pihak yang berhasrat mematenkan telepon seperti yang kemudian dilakukan Graham Bell.

Benarkah Kolonel Sanders penemu resep KFC?

Sampai masa kini masih diperdebatkan siapa sebenarnya penemu resep asli Kentucky Fried Chicken (KFC), yang menurut pendapat saya sebenarnya tidak lebih lezat ketimbang ayam goreng Nyonya Suharti atau Mbok Berek.

Pihak pemilik perusahaan KFC sudah barang tentu bertahan mati-matian dalam menegaskan bahwa penemu resep KFC adalah tak lain tak bukan tentu Kolonel Harland David Sanders yang wajah dan sosoknya niscaya ditampilkan di setiap gerai KFC yang kini tersebar di seluruh pelosok planet Bumi.

Namun banyak anggota masyarakat kulit hitam di AS mengklaim resep asli KFC merupakan karya ramuan seorang perempuan kulit hitam bernama Miss Childress. Berbagai pihak termasuk African Diaspora Facebook mengklaim bahwa klaim tersebut benar adanya.

Bahkan ada pihak yang menuduh Sanders sempat membeli resep legendaris ramuan Miss Childress dengan harga 1.200 dolar AS agar dapat mematenkannya di kantor hak paten United States of America sehingga kini bukan Miss Childress tetapi pemilik perusahaan KFC yang menjadi supra maha kaya raya.

Ada kesempatan bagi usaha tempat hiburan malam serupa Holywings untuk dibuka

Penemu resep produk unggulan Jack Daniels ternyata seorang budak belian yang tentu saja akibat buta huruf dan buta hukum tidak punya akses untuk mendaftarkan resepnya ke kantor hak paten sehingga nama beliau tenggelam ditelan sejarah.

Saya adalah penggagas produk jamu untuk anak-anak Buyung-Upik dan saya tulus ikhlas menyerahkan gagasan saya untuk dipatenkan sebagai milik perusahaan Jamu Jago.

Beranekaragam fakta itu membuktikan bahwa tidak semua pemilik hak paten adalah penemu warisan benda maupun tak benda yang dipatenkan. Atau sebaliknya tidak semua penemu adalah pemilik hak paten atas penemuannya.

Demikianlah realita kejayaan pengejawantahan kapitalisme, pragmatisme dan komersialisme di planet Bumi ini

Tinggalkan Balasan