korannews.com – Bukan cuma jadi lebih hemat, ternyata inflasi membuat orang lebih banyak beralih ke BPJS Kesehatan daripada asuransi swasta.

Setidaknya itu tercermin dari pendapatan emiten kesehatan pengelola RS Hermina, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) di mana porsi JKN pada pendapatan perseroan menjadi 50%.

Direktur Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja mengatakan pada tahun lalu, porsi JKN pada pendapatan sebesar 40% namun tahun ini naik menjadi 50% karena inflasi yang mempengaruhi konsumsi masyarakat.

“Banyak kebutuhan lain harganya naik, sehingga pasien akan lebih memilih BPJS,” jelas Aristo dalam Public Expose Live, Senin (12/9/2022).

Porsi ini juga menurut Aristo sudah memperhitungkan aturan pemerintah yang tidak lagi memberlakukan kelas.

“Perubahan aturan tidak akan membuat Hermina rugi, karena tentu saja pemerintah juga sudah memperhitungkan aturan ini. Peserta JKN akan di kelas menengah dan menengah bawah, sedangkan menengah atas tetap akan menggunakan asuransi swasta,” tegas Aristo.

Meski expert di banyak bidang, Aristo melanjutkan, Hermina masih akan lebih fokus pada ibu dan anak. Di sisi lain, Aristo juga menyebutkan kalau Hermina akan berinisiatif untuk perawatan yang lebih kompleks dengan berbagai spesialisasi. Misalnya saja untuk perawatan jantung di Hermina Depok, Onkologi di Bekasi, dan Urologi di Daan Mogot.

Tidak berhenti di situ, Hermina juga akan terus meningkatkan kontribusi di berbagai cabang, termasuk luar Jawa.

Tahun ini, HEAL akan memulai pembangunan Hermina Aceh yang saat ini masih dalam tahap izin pembangunan. Namun perseroan memastikan jika semua berjalan lancar akan mulai pekerjaan konstruksi pada Oktober mendatang dan operasi pada Agustus 2023.

Untuk diketahui, HEAL menargetkan pembangunan tiga rumah sakit baru setiap tahunnya, sambil menambah dokter umum dan juga dokter spesialis.