korannews.com – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) telah mengirim batu baranya ke Eropa. Pengiriman ini sejalan dengan meningkatnya permintaan dari sejumlah negara dari Benua Biru tersebut.

“Kami sudah kirim dua hingga tiga kapal. Dikirim ke Belanda dan Spanyol, Jerman belum,” terang Lie Luckman, Chief Financial Officer (CFO) ADRO, Senin (12/9/2022).

Akan tetapi, itu merupakan penjualan spot. Artinya, belum ada penjualan jangka panjang ke negara-negara tersebut.

“Terkait penjualan ke Eropa, ini penjualan spot, belum ada perjanjian jangka panjang,” terang Luckman.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan cuan ADRO bertambah. Pasalnya, harga batu bara belakangan cenderung bertahan di level tertingginya. Sebab, Eropa tengah mengalami krisis energi dampak perang Rusia-Ukraina. Permintaan batu bara juga semakin meningkat jelang musim dingin. Sehingga, tingginya harga mampu mengimbangi volume penjualan yang tidak terlalu besar.

Adaro belum berencana merevisi target penjualan meski ada geliat permintaan dari Eropa. Perusahaan juga masih fokus pada pasar Asia yang memang menjadi pasar utama ADRO dengan rata-rata pembelian menggunakan kontrak jangka panjang.

Adaro sebelumnya menyebut target produksi batu bara pada 2022 ini mencapai 58 juta ton hingga 60 juta ton, naik dari capaian volume produksi pada 2021 yang tercatat mencapai 52,70 juta ton. Pada 2021 perusahaan menargetkan produksi bisa mencapai 52-54 juta ton.

“Kami belum ada rencana revisi RKAB, biasanya juga pemerintah harus melihat dulu apakah perlu dilakukan revisi RKAB, karena masih terlalu awal, jadi saat ini belum ada rencana revisi RKAB,” ujarnya.