korannews.comJakarta, CNBC Indonesia – PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) berhasil memperoleh guyuran modal segar dari PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sekitar Rp 50 miliar.

Dana ini rencananya akan digunakan sebagai penambahan modal usaha, yakni untuk pembelian aset kurang lebih sebanyak 100 armada truk baru.

“Di tahun 2022, Perseroan menargetkan dapat mengoperasikan total 120 armada truk dari saat ini yang Perseroan operasikan sebanyak 92 armada guna mendukung ekspansi usaha,” kata Sekretaris Perusahaan RCCC, Felice Livia Wijaya, Minggu (11/9/2022).

Felice mengatakan, alasan kucuran dana yang diberikan oleh INTP ini adalah untuk investasi INTP ke RCCC, yang mana INTP diketahui telah bekerjasama dengan RCCC selama lebih dari 20 tahun.

Berdiri semenjak tahun 2012, PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengurusan transportasi freight fording logistics, yang merupakan penyediaan jasa layanan logistik berupa semen.

Terdapat beberapa segmen yang menjadi kegiatan operasi RCCC, diantaranya adalah segmen komoditas untuk pengiriman gypsum, pasir ayak, klinker, feldspar, abu batu, tanah merah, batubara, tras, tanah, pasir cuci, batu split, base course, dan lain sebagainya.

Sementara armada yang berjalan dalam pengoperasian komoditas di RCCC, terdiri dari dump truck dengan kapasitas 32 ton, tronton tangki dengan kapasitas 32 ton, trailer tangki dengan kapasitas 48 ton, dan trailer losbak dengan kapasitas 40.

Perseroan menunjuk PT Easygo Indonesia untuk memasang GPS pada setiap armada agar pengiriman terkirim tepat waktu.

Selain itu juga untuk pemantauan selama 7×24 jam dengan menggunakan smartphone atau komputer. Jasa angkutan yang dijalankan perusahaan terutama mengangkut ke beberapa daerah di Pulau Jawa.

Sebesar 75% dari dana yang diperoleh dipergunakan untuk pembelian armada truk, sisanya direncanakan akan digunakan sebagai modal kerja.

Masuknya INTP dengan menyalurkan modal sebesar Rp 50 miliar, nantinya akan menambah armada perseroan sebagai pendukung tambahan ekspansi usaha kurang lebih sebanyak 100 unit truk.

Sekadar informasi, RCCC telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, (2/8) dengan harga Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 135 per saham. Dalam hajatan tersebut perseroan melepas sebanyak 150 juta lembar saham baru atau sebesar 20% dari seluruh modal disetor penuh.

Dana sebesar Rp 20,25 miliar berhasil diraup oleh RCCC dari hasil penawaran umum perdana saham tersebut.

Selain itu, Perseroan juga menargetkan laba bersih mampu bertumbuh sebesar 89,0% dibandingkan dengan periode 2021 yaitu sebesar Rp 3,0 miliar menjadi Rp 5,7 miliar pada 2022.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera William Wibowo, sempat mengatakan bahwa prospek bisnis RCCC nantinya akan memiliki potensi besar dan menarik di masa yang akan datang.

Hal ini didasari oleh angka kebutuhan akan transportasi serta logistik yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Dana IPO ini juga akan dimanfaatkan RCCC untuk menambah armada serta meningkatkan performa bisnisnya secara keseluruhan. Tentunya ini bisa menjadi pendorong bagi pertumbuhan laba bersih perusahaan dan meningkatkan kinerja perusahaan secara umum,” kata William.