korannews.com – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) tengah memiliki kas berlebih. Posisi ini tercermin dari net cash perusahaan yang mencapai Rp 2,4 triliun.

Net cash tersebut sebagian digunakan sebagai salah satu sumber belanja modal atawa capital expenditure (capex). Capex digunakan untuk memenuhi pembangunan rumah sakit.

“Capex berhubungan dengan pembangunan rumah sakit,” ujar Head of Investor Relations MIKA Aditya Widjaja, Senin (12/9/2022).

“Biaya pembangunan rumah sakit beragam, butuh Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar untuk kapasitas 200 bed. Tapi, ini juga bervariasi tergantung lokasi,” terang Aditya.

Sedikit gambaran, asumsikan nilai pembangunannya rata, Rp 300 miliar. Dengan net cash yang dimiliki saat ini, maka MIKA mampu membangun delapan rumah sakit tanpa harus berutang.

Akan tetapi, MIKA tentu tak akan menghabiskan net cash tersebut untuk membangun banyak rumah sakit sekaligus. Sebab, net cash memang sudah menjadi panduan perusahaan yang dilakukan setiap tahun, karena ketersediaan net cash ini nanti juga terkait pembagian dividen.

Mengutip situs resmi perusahaan, jaringan Mitra Keluarga meliputi 17 rumah sakit Mitra Keluarga dan 9 rumah sakit di bawah Kasih Group, yang melayani 202,9 ribu pasien rawat inap dan 2,3 juta pasien rawat jalan, dengan 1.782 dokter, 5.964 tenaga medis dan 1.795 karyawan non-medis.