korannews.comJakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada penutupan perdagangan sesi I Senin (12/9/2022). Indeks tertekan sentimen eksternal terkait suku bunga The Fed yang masih dinanti-nanti oleh pelaku pasar.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan sesi I hari ini mencapai Rp 7,8 triliun dengan melibatkan sekitar 18 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 931 juta kali. Mayoritas saham siang ini menguat yakni sebanyak 271 unit, sedangkan 252 unit lainnya melemah, dan 170 sisanya stagnan.

Di tengah melemahnya IHSG siang ini, terdapat 5 saham yang tampil perkasa masuk jajaran top gainers dan 5 saham yang terkena aksi jual signifikan dan menjadi top losers. Berikut lima saham top gainers pada sesi I siang ini Senin (12/9/2022)

1. PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), naik +24,59%, ke Rp 304/unit

2. PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), naik +24%, ke Rp 62/unit

3. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO), naik +12,8%, ke Rp 141/unit

4. PT Elnusa Tbk (ELSA), naik +11,95%, ke Rp 356/unit

5. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON), naik +10%, ke Rp 198/unit

Saham emiten batu bara yang juga pendatang baru yakni Black Diamond Resources Tbk (COAL) memimpin deretan top gainers pada perdagangan sesi I siang ini dengan nilai transaksi mencapai Rp 31,02 miliar dengan volume transaksi yang diperdagangkan sebanyak 102,04 juta unit saham.

Pada perdagangan intraday hari ini, harga saham COAL bergerak di rentang Rp 286-304/unit. Hingga istirahat siang, nilai kapitalisasi pasar saham COAL mencapai Rp 1,9 triliun.

Jika melihat data perdagangan sejak COAL melantai di BEI pada Rabu (7/9/2022) pekan lalu, saham COAL tidak pernah merah. Bahkan, saham COAL telah menyentuh levelauto rejectatas (ARA) selama 3 hari beruntun.

Dengan ini saham COAL telah mengalami kenaikan 128,47% sepanjang 4 hari perdagangan.

Berdasarkan keterangan BEI, pencatatan saham COAL dilakukan di Papan Pengembangan BEI. COAL akan menjadi perusahaan tercatat ke-44 yang tercatat di BEI pada tahun 2022.

COAL bergerak pada sektor Energy dengan subsektor Oil, Gas, and Coal. Adapun Industri COAL adalah Coal dengan subindustri Coal Production.

Direktur Utama COAL, Donny Janson Manua mengatakan batu bara yang dihasilkan perseroan memiliki kualitas batu bara yang tinggi yakni GAR 5.500 yang memiliki pangsa yang sangat luas, ekspor dan domestik.

“Perseroan didirikan pada 27 Maret 2017. Dengan IPO ini diharapkan perusahaan akan berkembang lebih besar dan jadi salah satu perusahaan pertambangan terbaik di kelasnya,” ujarnya saat pencatatan saham COAL di BEI secara virtual, Rabu (7/9/2022) lalu.

Perseroan melepas saham ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1.250.000.000 saham atas nama atau 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum.

Dengan harga IPO, maka Perseroan memperoleh dana hasil Penawaran Umum sebesar Rp 125 miliar.

Seluruh dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan Perseroan sekitar Rp 40 miliar akan disalurkan kepada Entitas Anak yaitu PT Dayak Membangun Pratama (“DMP”) yang akan digunakan untuk keperluan belanja modal DMP.

Sedangkan sisanya akan disalurkan kepada DMP dan digunakan untuk modal kerja oleh DMP.